2020/10/25

Pengertian dan Perbedaan Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Sifat-sifat benda sangat penting diketahui, untuk membedakan perubahan-perubahan yang terjadi pada benda tersebut. Sifat-sifat benda secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia.

Sifat Fisika adalah sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat fisik atau termasuk didalamnya bentuk, wama, bau, kekerasan, titik didih, titik beku, titik leleh, daya hantar, ukuran partikel, dan massa jenis (densitas).

Sifat Kimia merupakan sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau sukamya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.
 
Selain sifat-sifat di atas, dikenal juga Sifat Intensif dan Sifat Ekstensif. Sifat Intensif adalah sifat zat yang tidak bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya: warna, bau, rasa, titik didih, titik leleh, titik beku, kalor jenis, dan lain-lain. Sifat Ekstensif adalah sifat zat yang bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya : massa, massa jenis, volume, dan lain-lain.

jelaskan apa perbedaan sifat fisika dan sifat kimia, contoh, ciri-ciri, sifat fisis, sifat intensif, sifat ekstensif, pengertian, ipa, smp, pelajaran

Perbedaan Sifat Fisika dan Sifat Kimia

A. Sifat Fisika Zat.
 
Sifat fisis adalah sifat materi yang dapat diamati melalui pengamatan dan pengukuran secara langsung dengan alat indra tanpa mengubah zat penyusun. Dalam sifat fisika ini tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Yang tergolong sifat fisis suatu zat antara lain:
  1. Warna : Warna suatu benda bisa disebut ciri tersendiri yang membedakan antara zat yang satu dengan zat yang lainnya. Contoh: Aluminium berwarna perak, karbon berwarna hitam, susu berwarna putih.
  2. Bau : tiap zat memiliki jenis bau sendiri. Ada bau harum, amis, dan sebagainya
  3. Rasa
  4. Wujud zat : wujud zat terdiri dari zat padat, cair, dan gas.
  5. Kelarutan
  6. Berat jenis
  7. Kekerasan
  8. Kemagnetan : berdasarkan sifat kemanetannya, benda dibedakan menjadi 2 yaitu: magnetik dan nonmagnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnetik, dan benda nonmagnetik adalah benda yang tidak terpengaruh oleh magnet atau tidak dapat ditarik oleh magnet.
  9. Titik didih, titik leleh, titik beku, titik lebur
  10. Hantaran panas, dan sebagainya.

jelaskan apa perbedaan sifat fisika dan sifat kimia, contoh, ciri-ciri, sifat fisis, sifat intensif, sifat ekstensif, pengertian, ipa, smp, pelajaran


Sifat Fisika
Tembaga BesiAir Oksigen Garam Dapur
Kekerasan Lunak KerasCair Tidak Dapat Dirasa
Lunak
Hambatan Jenis Listrik
Kecil BesarKecil Tidak Ada
Besar
Kelenturan Lentur Mudah Putus
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Wujud Padat PadatCair Gas Padat
Warna Kemerahan Putih Logam
Bening Tanpa Warna
Keputihan
Kelarutan Tidak Larut
Tidak Larut
Larut Larut Larut
Menguap Sulit SulitSulit Mudah Sulit

B. Sifat Kimia Zat.

Sifat kimia adalah sifat materi yang dapat diamati setelah materi tersebut berinteraksi dengan zat lain sehingga terbentuk zat baru. Sifat kimia antara lain adalah:
  1. Kestabilan (mudah tidaknya zat tersebut berubah)
  2. Mudah tidaknya zat terbakar
  3. Daya ionisasi
  4. Berkarat
  5. Beracun
  6. Membusuk, dan sebagainya

2020/10/19

Perubahan Wujud Benda (Zat) - Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, Mengkristal

Benda dapat mengalami perubahan wujud, dimana perubahan wujud tersebut terjadi apabila benda dipanaskan atau didinginkan dengan suhu tertentu.

Perubahan wujud benda terbagi menjadi 6 macam, antara lain: mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.
perubahan wujud zat, benda, padat, cair, gas, Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, Mengkristal

1. Mencair (Melting).

Mencair adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) padat menjadi cair. Proses mencair disebabkan adanya kenaikan suhu (pemanasan). Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa mencair adalah: perubahan es batu menjadi air, lilin yang meleleh ketika dinyalakan, dan mentega yang mencair apabila dipanaskan.

2. Membeku (Freezing).

Membeku adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) cair menjadi padat. Benda cair akan membeku bila mengalami penurunan suhu yang sangat dingin (pendinginan). Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0° C. Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa membeku adalah: air yang dimasukan freezer (pendingin) akan menjadi beku (es batu), cairan agar-agar jika sudah dingin akan membeku, lilin yang dimatikan akan kembali mengeras.

3. Menguap (Evaporation).

Menguap adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) cair menjadi gas. Benda cair akan menguap karena adanya kenaikan suhu yang sangat besar, biasanya terjadi pada suhu 100° C. Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).

Ada 4 cara untuk mempercepat terjadinya proses penguapan:
  • Memanaskan zat cair.
  • Memperluas permukaan zat cair.
  • Meniupkan udara diatas permukaan zat cair.
  • Mengurangi tekanan di atas permukaan zat cair.

Contoh peristiwa menguap adalah: air yang dipanaskan (direbus) lama-lama akan habis menjadi uap, bensin dan spiritus yang didiamkan di tempat terbuka lama-lama akan habis menjadi gas.

4. Mengembun (Condensation).

Mengembun adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) gas menjadi cair. Gas akan mengembun karena terjadinya penurunan suhu (suhu udara menjadi dingin). Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa mengembun adalah: Udara menjadi titik-titik air atau embun dipagi hari, peristiwa terjadinya hujan, dan daur air di alam.

5. Menyublim (Sublimation).

Menyublim adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa menyublim adalah: kapur barus lama-lama akan habis.

6. Mengkristal (Deposition).

Mengkristal adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa mengkristal adalah: perubahan uap air menjadi salju.

CATATAN:

  1. Air merupakan benda yang bisa berubah menjadi 3 wujud yaitu padat, cair, dan gas.
  2. Perubahan wujud sementara adalah perubahan wujud suatu benda yang jika dipanaskan atau didinginkan akan kembali ke wujud semula.
  3. Perubahan wujud tetap adalah perubahan wujud suatu benda yang jika dipanaskan akan kehilangan sifat-sifat asalnya.
  4. Faktor yang menyebabkan perubahan wujud diantaranya adalah suhu.
  5. Perubahan wujud benda berdasarkan sifat perubahannya dibedakan menjadi 2 yaitu: Perubahan Fisika & Perubahan Kimia. (Artikel terkait :  Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia).

2020/10/14

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

 

Wujud zat sangat relatif. Zat padat bisa berubah menjadi cair atau gas. Demikian pula sebaliknya, wujud zat sangat dipengaruhi oleh susunan partikel dan gerak partikelnya. Susunan dan gerak partikel dipengaruhi oleh suhu. Semakin suhunya dinaikkan, gerak partikel akan semakin aktif.


Setiap zat bisa berubah wujud. Perubahan wujud ini dapat terjadi secara kimia maupun fisika. Perbedaan mendasar antara kedua perubahan wujud ini adalah prosesnya. Dimana proses secara kimia lebih kompleks jika dijelaskan lebih mendetail dibandingkan dengan perubahan fisika.


I. Perubahan Secara Kimia.

Perubahan Kimia adalah proses perubahan suatu zat yang menghasilkan jenis zat yang baru. Ciri-ciri terjadinya proses perubahan secara kimia adalah terjadinya perubahan warna, suhu, terjadinya endapan, dan terjadinya pembentukan gas.


Contoh‘perubahan secara kimia antara lain :

  • Pembakaran, Kayu dibakar menjadi nyala api, asap, arang dan abu (zat baru).
  • Peragian atau Proses Fermentasi, (singkong jadi tape)
  • Korosi /Proses pengkaratan, besi yang berkarat
  • Pelapukan, tumbuhan yang membusuk
  • Pengenziman dan fotosintesis


Reaksi Kimia merupakan istilah lain dari perubahan kimia. Pada reaksi kimia selalu terjadi perubahan dari zat asal (pereaksi atau reaktan) menjadi zat yang baru (hasil reaksi atau produk). Dalam proses peragian singkong menjadi tape, singkong dan ragi merupakan pereaksinya.sedangkan tape merupakan hasil reaksi.


Selain dari terjadinya zat baru, perubahan kimia masih dapat dibedakan dari perubahan fisika berdasarkan ciri-ciri yang dapat menyertainya. Ada empat hal yang menjadi ciri atau petunjuk telah berlangsungnya reaksi kimia, yaitu:

1. Terjadinya perubahan warna.

Contoh : Jika kita membakar kertas atau kayu, maka kertas atau kayu sebelum dan sesudah dibakar akan berbeda.

 

perubahan fisika, perubahan kimia, pengertian, contoh,  ciri-ciri, pemanfaatan perubahan, ipa, pelajaran sekolah, smp


2. Terjadinya perubahan suhu.

Suatu reaksi kimia dapat terjadi dengan disertai pelepasan atau penyerapan kalor. Pada reaksi kimia yang melepas kalor, suhu zat yang bereaksi akan mengalami kenaikan. Sedangkan reaksi kimia yang disertai penyerapan kalor dapat kita ketahui dengan adanya penurunan suhu dari zat yang bereaksi.


3. Terbentuknya endapan.

Endapan merupakan zat padat yang tidak larut dalam cairan dan terbentuk dari reaksi antara dua larutan. Endapan yang dihasilkan dalam suatu reaksi kimia biasanya memiliki warna tertentu. Warna endapan tidak selalu sama dengan warna zat-zat yang bereaksi dan tidak semua reaksi kimia antara dua larutan dapat menghasilkan endapan. Zat yang sukar larut dalam air biasanya memiliki kecenderungan yang besar untuk membentuk endapan dibandingkan zat yang mudah larut.


Beberapa zat kimia yang sukar larut dalam air yaitu AgCl, PbCl2, Pbl2, PbSO4, BaSO4, CaCO3 dan banyak lagi. Jika dua buah larutan direaksikan dan dari reaksi tersebut dihasilkan zat yang sukar larut dalam air, maka kemungkinan besar zat ini akan mengendap.


4. Terbentuknya gas.

Seperti halnya endapan, pada reaksi kimia juga dapat dihasilkan gas. Gas yang dihasilkan dapat berupa gas hidrogen, oksigen, karbondioksida, atau gas yang lainnya. Terbentuknya gas dari suatu reaksi kimia ditandai dengan adanya gelembung-gelembung gas, adanya bau atau ciri yang lainnya.


II. Perubahan Secara fisika.

Perubahan Fisika adalah perubahan wujud zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru. Hal ini merupakan kebalikan dari perubahan kimia. Salah satu contoh perubahan secara fisika adalah es yang mencair, lilin yang meleleh, air yang membeku dan lainnya.


Perubahan secara fisika memiliki ciri-ciri yaitu :

  1. Tidak menghasilkan zat baru (es mencair)
  2. Dapat kembali ke wujud semula (lilin yang mencair)
  3. Dapat berubah wujud dan kelarutan. (air yang membeku dan mencair)
  4. Adanya aliran energi (lampu yang menyala)
 
perubahan fisika, perubahan kimia, pengertian, contoh,  ciri-ciri, pemanfaatan perubahan, ipa, pelajaran sekolah, smp


Perubahan-perubahan fisika dan kimia, seperti yang telah diuraikan di atas, dapat terjadi karena berbagai hal.


III. Beberapa contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia.


A. Contoh Perubahan Fisika, antara lain:


1. Perubahan fisika karena perubahan bentuk.

  • Beras ditumbuk menjadi tepung beras.
  • Kayu dibuat meja.
  • Kulit binatang dibuat dompet.


2. Perubahan fisika karena perubahan wujud.

  • Air mencair menjadi es.
  • Kapur barus menyublim menjadi uap.
  • Bensin menguap.
 
perubahan fisika, perubahan kimia, pengertian, contoh,  ciri-ciri, pemanfaatan perubahan, ipa, pelajaran sekolah, smp

3. Perubahan fisika karena hal lain.

  • Larutnya gula dalam air.
  • Daun menjadi layu.
  • Pagar rumah dicat.


B. Contoh-contoh perubahan kimia, antara lain :


1. Perubahan kimia karena pembakaran.

  • Kayu/kertas dibakar.
  • Petasan yang meledak.

 
2. Perubahan kimia karena peragian.

  • Singkong menjadi tape.
  • Kedelai dibuat kecap, tempe, tahu.
  • Susu dibuat menjadi keju.
  • Tepung dibuat menjadi roti.


3) Perubahan kimia karena hal lain.

  • Besi yang berkarat.
  • Kayu yang melapuk.
  • Proses fotosintesis.


IV. Pemanfaatan perubahan materi.

Perubahan fisika dan perubahan kimia yang terjadi pada setiap materi dimanfaatkan orang untuk berbagai keperluan, misalnya dalam bidang industri. Pemanfaatan perubahan fisika dan kimia daiam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai berikut:


A. Pemanfaatan perubahan fisika.
Proses pengolahan gula dari tebu dan garam dari air laut, proses pengolahan bahan bakar minyak dari minyak mentahnya.


B. Pemanfaatan perubahan kimia.
Proses-proses yang terjadi dalam industri, umumnya memanfaatkan proses-proses kimia. Beberapa di antaranya yaitu proses peragian, pembuatan obat-obatan dari bahan- bahan tradisional, industri tekstil, cat, pupuk dan pestisida, sabun dan detergen, dan Iain-lain.

2020/09/30

Wujud dan Sifat Benda Padat, Benda Cair, dan Benda Gas

Perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kita seperti buku, pensil, meja, kursi, paku, air, udara dan sebagainya. Jika ditimbang pasti memiliki massa tertentu. Ruang yang ditempati benda-benda tersebut juga berbeda-beda.bergantung pada jenisnya.


Selain memiliki massa dan menempati ruangnya, benda-benda tersebut juga memiliki sifat-sifat diantaranya dapat dilihat, dipegang, dan dirasakan atau dicium baunya. Segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dapat diraba dan memiliki sifat-sifat tertentu dinamakan zat atau materi.

Para ilmuwan mengklasifikasi materi agar lebih mudah dipelajari dan disusun secara sistematis. Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas. Contoh zat padat antara lain beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Air, minyak goreng, dan bensin merupakan contoh wujud cair. Sedangkan contoh zat berwujud gas adalah udara, asap, dan uap air.


Contoh wujud zat yang sederhana dan mudah di pahami adalah perubahan wujud air. Ketika dalam bentuk bongkahan es, maka es tersebut dikatakan dalam wujud padat. Tetapi, ketika dipanaskan es tersebut mencair maka akan berubah kembali menjadi air. Air tersebut dikatakan dalam wujud cair. Ketika dipanaskan pada suhu 100°C, air akan berubah menjadi uap air. Uap air dikatakan dalam wujud gas.


benda padat, cair, gas, wujud, sifat, manfaat, partikel, bentuk, volume, contoh, materi, bentuk, ipa, pelajaran sekolah


I. Benda Padat.


Sifat-sifat benda padat yaitu:

  1. Bentuknya tetap.
  2. Volumenya tetap.
  3. Jarak antar partikel sangat rapat dan berdekatan,  serta gaya tarik antar partikel sangat kuat. Partikel tersusun teratur dan tidak dapat bergerak bebas.
  4. Menempati ruang.
  5. Mempunyai massa (berat).
  6. Memiliki kekerasan tertentu.
  7. Bentuknya tidak mudah berubah meskipun dipindahkan.
  8. Bentuk permukaan benda padat tidak selalu rata.
  9. Di dalam air dapat terapung, melayang, dan tenggelam.
  10. Bentuknya dapat diubah dengan cara tertentu.


Benda padat dapat diubah bentuknya dengan cara tertentu semisal: batang kayu dibentuk menjadi kursi dengan cara dipahat dan diukir. Massa (berat) benda padat tergantung pada jenis dan ukurannya.


II. Benda Cair.


Sifat-sifat benda cair yaitu:

  1. Bentuknya berubah-ubah sesuai dengan tempatnya (wadahnya).
  2. Volume (isi) tetap.
  3. Jarak antar partikel agak renggang dan gaya atarik antar partikel lemah. Partikelnya tersusun teratur dan dapat bergerak bebas namun terbatas.
  4. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah.
  5. Dapat meresap melalui celah-celah kecil. Kapilaritas adalah peristiwa meresapnya zat cair melalui celah-celah kecil.
  6. Menempati ruang.
  7. Mempunyai berat dan massa. Berat benda cair tergantung pada volumenya.
  8. Permukaan benda cair yang tenang selalu datar.
  9. Dapat menekan dan bergerak ke segala arah. Tekanan air makin ke bawah, makin kuat (besar) tekanannya.
  10. Bentuk permukaan benda cair pada tempat yang sempit akan cekung dan cembung.
  11. Dapat melarutkan berbagai zat. Air disebut juga zat pelarut karena memiliki kemampuan untuk melarutkan zat atau bahan tertentu. Larutan adalah air dan zat yang terlarut di dalamnya.
  12. Tinggi permukaan air didalam pipa yang berhubungan selalu sama.


Pemanfaat sifat-sifat benda cair oleh manusia, antara lain:

  1. Sifat benda cair mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tandon air, dan juga pembuatan lantai kamar mandi yang dibuat agak miring.
  2. Sifat permukaan benda cair yang tenang selalu datar dapat dimanfaatkan pada waterpass yang digunakan untuk mengukur tingkat kedataran dan kemiringan suatu tempat.
  3. Sifat benda cair dapat meresap melalui celah-clah kecil dapat dimanfaatkan semisal pada kompor minyak.
  4. Sifat benda cair dapat melarutkan berbagai macam zat dapat dimanfaatkan dalam proses pelarutan gula saat membuat teh, atau pelarutan garam dalam proses memasak.


III. Benda Gas.


Sifat-sifat benda gas yaitu:

  1. Tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan.
  2. Bentuk dan volumenya selalu berubah-ubah.
  3. Jarak antar partikel sangat renggang dan gaya tarik antar partikel sangat lemah. Susunan partikel tidak teratur dan dapat bergerak sangat bebas.
  4. Mengisi ruangan yang ditempatinya dan terdapat dimana-mana.
  5. Memiliki berat.
  6. Mempunyai tekanan.
  7. Dapat mengalir. Angin adalah udara yang mengalir karena adanya perbedaan tekanan udara.
  8. Dapat memuai karena panas.
 

2020/09/29

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tujuan

 A. Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi

Teks Deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut.

Kata deskripsi berasal dari bahasa Latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan.

1. Mengidentifikasi Ciri Objek, Tujuan, dan Isi Teks Deskripsi

a. Ciri-ciri teks deskripsi

Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas, sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ciri-cirinya:

  1. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  2. Paragraf yang digambarkan, dijelaskan secara sangat jelas, dan rinci serta melibatkan kesan indra.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

 

b. Tujuan teks deskripsi

Tujuan Teks deskripsi adalah memberi penjelasan yang utuh kepada pembacanya supaya mereka dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dengan jelas, entah dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa, dan lain sebagainya.
 

c. Isi teks deskripsi


Pada teks deskripsi, penulis berusaha memindahkan kesan atau persepsi, hasil observasi, dan kata hatinya kepada pembaca dengan menyampaikan sifat dan semua perincian yang dapat ditemukan pada objek yang diamati. Dengan istilah lain, penulis berusaha menciptakan sensasi atau impresi indra pembaca dalam rangka menghasilkan kesan berdasarkan daya nalar dan imajinasinya melalui teks atau paragraf deskripsi.

2. Mengidentifikasi Jenis Teks Deskripsi


Teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis teks, yakni:

  • Teks Deskripsi Spatial.
  • Teks Deskripsi Subjektif.
  • Teks Deskripsi Objektif.


3. Mendaftar Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi


Berikut ciri kebahasaan teks deskripsi.

  1. Teks deskripsi melukiskan atau menggambarkan kondisi objek, tempat, peristiwa, dan semacamnya secara terperinci.
  2. Teks deskripsi memberikan kesan berdasarkan efek panca indra, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan penulis.
  3. Teks deskripsi menggali sumber ide dari pengamatan (observasi), sehingga semakin baik dan detail pengamatan seorang penulis, maka besar kemungkinan penggambaran dalam teks deskripsi semakin baik dan detail pula.
  4. Teks deskripsi membutuhkan data-data valid berupa fakta dan sesuai realita sebagai ilustrasi untuk memperjelas penggambaran.
  5. Teks deskripsi menggunakan pola pengembangan urutan ruang. Di bagian ini, penulis menggambarkan suatu kondisi, peristiwa, dan hal dalam teks deskripsi berdasarkan objek yang diamati satu persatu atau secara bergantian.

teks deskripsi, pengertian, ciri-ciri, tujuan, teks deskripsi, pelajaran bahasa indonesia, jenis, penggunaan bahasa,struktur, cara menulis, langkah



B. Menentukan Isi Teks Deskripsi

1. Menentukan Perincian Informasi Pada Teks Deskripsi



Berdasarkan penulisannya teks deskripsi dibagi menjadi dua pola pengembangan, yaitu

  • Pola pengembangan spasial
  • Pola pengembangan sudut pandang.


2. Membandingkan Isi Teks 1 dan Teks 2

Berikut langkah-langkah yang harus kalian lakukan agar dapat membandingkan dua teks
deskripsi.

  • Bacalah dengan cermat teks deskripsi tersebut.
  • Carilah perbedaan topik utama dan perincian isi teks deskripsi tersebut.
  • Carilah persamaan kedua teks tersebut berdasarkan pola pengelompokannya.
  • Carilah perbedaan atau persamaan penulis dalam mengembangkan isi tersebut.
  • Tuliskan perbedaan atau persamaan kesan panca indra teks deskripsi tersebut.


C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Deskripsi

1. Mencermati Struktur Teks Deskripsi


Teks deskripsi memliki 3 unsur sebagai struktur pembangunnya. Struktur-struktur tersebut antara lain identifikasi, klarifikasi, dan bagian deskripsi.

2. Menelaah Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

 
Berikut adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:

  • Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan, seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dan Iain-lain.
  • Menggunakan frasa yang mengandung kata benda, contoh: beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dan lain-lain.
  • Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan, seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja transitif untuk memberikan informasi subjek, misal: siswa itu mengenakan seragam putih biru dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya pikir itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dan lain-lain.
  • Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek, seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dan lain-lain.
  • Menggunakan bahasa kiasan atau majas.

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan untuk membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Berikut jenis-jenis majas yang terdapat dalam teks deskripsi.

  1. Majas Metafora : Majas metafora ialah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda.
  2. Majas Personifikasi : Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia.


D. Menyajikan Lisan dan Menulis Teks Deskripsi

1. Menyajikan Teks Deskripsi secara Lisan dari Video yang Diamati


Cara menyajikan teks deskripsi secara lisan sesungguhnya hampir sama dengan menyajikan teks secara tertulis. Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menyampaikan teks deskripsi secara lisan, antara lain sebagai berikut:

  • Materi.
  • Pola pengembangan yang digunakan.
  • Bahasa.
  • Aspek-aspek berbicara.


2. Menulis Teks Deskripsi


Berikut langkah-langkah menulis teks deskripsi:

  • Menentukan subjek yang akan dideskripsikan dan membuat judul yang sesuai.
  • Membuat kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan.
  • Mencari dan mengumpulkan data.
  • Menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf pembuka teks deskripsi atau bagian identifikasi.
  • Membuat rincian objek/suasana yang kamu deskripsikan dengan menggunakan kata dan kalimat yang merangsang panca indra. Sehingga pembaca teks deskripsi akan seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang kalian deskripsikan. Sebaiknya menggunakan variasi kata agar menarik.


3. Menyunting Teks Deskripsi


Menyunting dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan. Menyunting dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:

  • Membaca tulisan dengan teliti.
  • Memperbaiki kesalahan penulisan ejaan.
  • Memperbaiki kalimat sehingga menjadi kalimat yang runtut.
  • Memperbaiki paragraf hingga menjadi paragraf yang padu.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyuntingan adalah sebagai berikut.

  • Ketepatan penulisan ejaan.
  • Ketepatan penggunaan kata-kata.
  • Penggunaan kalimat efekif.
  • Keterpaduan paragraf.

2020/09/10

Kelainan Dan Penyakit Pada Tulang Manusia

A. Kelainan Pada Tulang

Susunan tulang rangka dapat terganggu jika sikap tubuh kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari tidak benar. Beberapa kelainan pada tulang belakang yaitu:

 

1. Lordosis.

Lordosis adalah gangguan yang menyebabkan tulang belakang membengkok ke depan, sehingga menyebabkan dada terlalu membusung.


penyebab gangguan tulang ini adalah kebiasaan duduk dengan membusungkan perut ke depan atau kebiasaan duduk dengan meja yang terlalu tinggi.


2. Kifosis (Kyphosis).

Kifosis juga dikenal sebagai roundback atau bungkuk, adalah suatu kondisi di mana tulang belakang di punggung atas memiliki kelengkungan yang berlebihan.


Gangguan ini disebabkan oleh kebiasaan duduk terlalu membungkuk ke depan, kebiasaan menulis pada meja yang terlalu pendek, atau terlalu sering membawa beban berat di punggung.


3. Skoliosis (Scoliosis).

Skoliosis menyebabkan tulang belakang melengkung ke satu sisi. Kelengkungan dapat terjadi di bagian mana pun dari tulang belakang, tetapi bagian yang paling sering terkena adalah tulang belakang bagian atas dan punggung bawah.


Gangguan ini disebabkan oleh kebiasaan duduk yang terlalu meliuk ke kanan atau kiri. Bisa juga diakibatkan oleh kebiasaan memikul barang di salah satu pundak atau pinggang.


kelainan tulang, penyakit tulang, penyebab, pengertian, lordosis, kifosis, skoliosis, osteoporosis, rematik, polio, rakitis, ipa, pelajaran sekolah


B. Penyakit Pada Tulang.


1. Osteoporosis.

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak tulang, membuat terlalu sedikit tulang, atau keduanya. Akibatnya, tulang menjadi lemah dan bisa patah karena terjatuh atau, dalam kasus yang serius, karena bersin atau benturan kecil.


Osteoporosis (pengeroposan tulang) disebabkan oleh kekurangan kalsium (zat kapur) dan vitamin D sehingga tulang udah retak atau patah.


2. Rematik (Rheumatic).

Penyakit rematik, juga disebut penyakit muskuloskeletal, ditandai dengan nyeri dan akibatnya berkurangnya rentang gerak dan fungsi di satu atau lebih area sistem muskuloskeletal. Pada beberapa penyakit ada tanda peradangan seperti: bengkak dan kemerahan di daerah yang terkena. Penyakit rematik juga bisa menyerang organ dalam


3. Rakitis (Rachitis).

Rakitis adalah penyakit pelunakan dan melemahnya tulang pada anak-anak yang biasanya karena kekurangan vitamin D. Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor tubuh. Kekurangan vitamin D yang ekstrem atau berkepanjangan membuat sulit untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor yang tepat dalam tulang, yang dapat menyebabkan rakhitis.
 

Gejala berupa pertumbuhan yang tertunda, kaki bengkok, kelemahan dan nyeri pada tulang belakang, panggul dan tungkai. Perawatan mungkin melibatkan penambahan vitamin D atau kalsium ke dalam makanan, obat-obatan atau mungkin operasi.


4. Polio.

Virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan mudah dicegah dengan vaksin polio.
Polio ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi, atau kontak dengan orang yang terinfeksi.


Banyak orang yang terinfeksi virus polio tidak menjadi sakit dan tidak memiliki gejala. Namun, mereka yang menjadi sakit mengalami kelumpuhan, yang terkadang berakibat fatal.

2020/08/28

Pengertian, Manfaat, Dan Pengelompokan Sumber Daya Alam

I. Pengertian Sumber Daya Alam.


Sumber Daya Alam (SDA) adalah semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi keperluan hidupnya.

Secara garis besar sumber day alam meliputi tumbuhan, hewan, dan benda tak hidup.


II. Manfaat Sumber Daya Alam.


Sumber daya alam dimanfaatkan manusia untuk:

  1. Sumber pangan misalnya : daging sapi, ayam, ikan, telur, bayam, padi, ubi, dan lain.
  2. Bahan sandang misalnya : kapas untuk benang dan pakaian, ulat sutra menghasilkan serat sutra, dan domba menghasilkan wol.
  3. Peralatan rumah tangga misalnya : kayu jati, cendana, dn pinus digunakan untuk pembuatan lemari, meja, kursi, dan lain-lain.
  4. Produk kesehatan misalnya : kunyit, temulawak, jahe, dan kumis kucing digunakan untuk membuat berbagai jenis obat-obatan.
  5. Bahan bangunan misalnya : besi, pasir, batu-batuan, dan tanah untuk membangun rumah.
  6. Bahan bakar misalnya : bensin ddan minyak tanah untuk bahan bakar kendaraan bermotor dan industri.


III. Pengelompokan Sumber Daya Alam


A. Berdasarkan Kelestariannya, Sumber Daya Alam dapat dibagi menjadi:


1. Sumber daya alam yang dapat diperbarui, yaitu sumber daya alam yang tidak akan habis dan tersedia sepanjang masa.

Contoh sumber daya alam yang dapat diperbarui adalah tumbuhan, hewan, sinar matahari, angin, air, dan lain-lain.

 

sumber daya alam, sda, pengertian, manffat, pengelompokan, sda hayati, sda non hayati, dapat diperbarui, tidak dapat diperbarui, pelajaran, ipa


2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, yaitu sumber daya alam dengan ketersediaan terbatas dan tidak dapat dibuat atau dibentuk lagi setelah habis.

Contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui adalah minyak bumi, batu bara, logam, bahan bangunan, dan gas bumi.

 

sumber daya alam, sda, pengertian, manffat, pengelompokan, sda hayati, sda non hayati, dapat diperbarui, tidak dapat diperbarui, pelajaran, ipa


B. Berdasarkan Manfaatnya, Sumber Daya Alam dapat dibagi menjadi:

1. Sumber daya alam penghasil energi, contohnya: matahari, gelombang laut, gas bumi, dan angin.

2. Sumber daya alam penghasil bahan baku, contohnya: hutan, laut, dan tanah.

3. Sumber daya alam untuk kenyamanan, contohnya: udara bersih dan pemandangan alam yang indah.


C. Berdasarkan Jenisnya, Sumber Daya Alam dapat dibagi menjadi:

 

1. Sumber daya alam hayati.

Sumber daya alam hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup yang meliputi berbagai mikroorganisme, tumbuhan, dan hewan.

 

2. Sumber daya alam non hayati.

Sumber daya alam non hayati adalah sumber daya alam yang bukan berasal dari makhluk hidup yang meliputi udara, tanah, logam, batu, sinar matahari, dan lain-lain.


IV. Dampak Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Berlebihan.


Sumber daya alam yang diambil secara berlebihan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Dua faktor penyebab kerusakan lingkungan antara lain:

 

sumber daya alam, sda, pengertian, manffat, pengelompokan, sda hayati, sda non hayati, dapat diperbarui, tidak dapat diperbarui, pelajaran, ipa


A. Faktor Manusia.

Banyak sekali tindakan manusia yang bisa merusak kelestarian lingkungan, semisal:

  1. Penebangan hutan secara liar.
  2. Mengadakan perladangan berpindah.
  3. Menangkap ikan menggunakan jaring pukat harimau dan bahan peledak.
  4. Penggunakan pestisida secara berlebihan untuk membasmi hama tumbuhan.
  5. Penggalian bahan tambang besar-besaran tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.
  6. Melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian baru.


B. Faktor Alam.

Beberapa peristiwa alam yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan antara lain: gunung meletus, gempa bumi, angin topan banjir, dan lain-lain.


V. Usaha Pelestarian Lingkungan


A. Beberapa usaha pelestarian lingkungan antara lain:

  1. Pembuatan taman wisata, taman nasional, dan kebun raya.
  2. Tebang pilih yaitu cara penebangan hutan dengan maksud agar produksi kayu tidak menurun serta menyelamatkan tanah dan air.
  3. Penanaman bibit baru untuk pohon-pohon yang telah ditebang.
  4. Melakukan penangkapan musiman agar ikan tidak punah.


B. Cara pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) hayati antara lain:

  1. Pelestarian di habitat asli (in situ) misalnya pelestarian badak bercula satu di Ujung Kulon.
  2. Pelestarian di luar habitat aslinya (ex situ) misalnya kebun binatang dan kebun anggrek.

 

2020/08/26

Garuda Pancasila - Lambang Negara Republik Indonesia

Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.


Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


A. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 pasal 1 menyebutkan bahwa Lambang negara terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu:

  1. Burung Garuda yang menengok dengan kepalanya lurus ke sebelah kanan.
  2. Perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher garuda.
  3. Semboyan ditulis di atas pita yang dicengkeram garuda.

 lambang negara republik indonesia, garuda pancasila, makna lambang burung garuda, landasan hukum,

B. Pasal 4 memberikan penjelasan tentang 5 ruang dalam perisai, yang masing-masing mewujudkan Dasar Pancasila:

  1. Gambar bintang emas bersudut lima ditengah perisai melambangkan Sila I, Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Gambar rantai melambangkan Sila II, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Gambar pohon beringin melambangkan sila III, Persatuan Indonesia.
  4. Gambar kepala banteng melambangkan sila IV, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Gambar padi dan kapas melambangkan sila V, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

C. Makna lambang dalam Garuda Pancasila yaitu:

  • Burung Garuda melambangkan kekuatan.
  • Warna emas pada burung Garuda melambangkan sebuah kejayaan.
  • Perisai di dada burung Garuda melambangkan pertahanan dan ketahanan.
  • Simbol-simbol yang terdapat di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila.
  • Warna merah dan putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Dimana merah memiliki arti berani dan putih memiliki arti suci.
  • Garis hitam tebal yang melintang dalam perisai melambangkan Garis Khatulistiwa yang melintasi wilayah Indonesia.
  • Pita yang dicengkeram oleh burung Garuda bertuliskan Bhineka Tunggal Ika yang bermakna Walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu ua.


D. Jumlah burung Garuda bermakna sebagai berikut:

 

1. Pada masing-masing sayap : 17
2. Pada bagian ekor : 8
3. Pada bagian bawah perisai : 19
4. Pada bagian leher : 45


Kesemuanya melambangkan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.

2020/07/21

Pengertian Populasi Makhluk Hidup

I. Pengertian Populasi makhluk Hidup.

Populasi adalah sekumpulan makhluk hidup sejenis yang menempati suatu daerah tertentu dan pada waktu tertentu. Makhluk hidup sejenis atinya makhluk hidup yang tempat hidupnya sama, dapat melaksanakan suatu perkawinan, dan menghasilkan keturunan. Contoh populasi adalah populasi harimau di hutan.

Satu anggota populasi dinamakan individu, sedangkan tempat tinggal makhluk hidup dinamakan habitat. Sebagai contoh, dalam 1 kandang terdapat 1 ekor ayam jantan (jago), 3 ekor ayam betina, dan 5 ekor anak ayam. Jadi populasi ayam yang ada dalam kandang adalah 9 ekor ayam dimana masing-masing ayam merupakan individu.

Komunitas adalah populasi yang hidup bersama. Populasi ini semakin bertambah banyak karena jumlah makhluk hidup selalu berkembang (selalu berkembang biak).

pengertian populasi makhluk hidup, arti komunitas, arti habitat, dampak perubahan populasi dan pengaruhnya, penyebab dampak perubahan jumlah penduduk

II. Perubahan Populasi.

Populasi makhluk hidup pada suatu daerah selalu mengalami perubahan antara lain mengalami penambahan dan pengurangan. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
  1. Adanya kelahiran (natalitas): populasi bertambah karena ada individu yang lahir.
  2. Adanya kematian (mortalitas): populasi berkurang karena ada individu yang mati.
  3. Adanya perpindahan (migrasi)
  • Individu yang datang dari tempat lain (imigrasi)
  • Individu yang pergi dan menetap di tempat lain (emigrasi)

III. Pengaruh Lingkungan Pada Kepadatan Populasi.

Kepadatan populasi adalah jumlah penduduk makhluk hidup sejenis per satuan luas yang dihuni pada waktu tertentu. Misalnya suatu area perkebunan yang memiliki luas 10 meter persegi dan ditanami100 buah tanaman tebu, makan kepadatan populasi pohon tebu di kebun tersebut adalah 10 tanaman tebu per meter persegi.

IV. Pertambahan Penduduk.

Pertambahan penduduk dari tahun ke tahun selalu meningkat dengan pesat, hal ini disebabkan oleh:
  1. Angka kelahiran tinggi, sedangkan angka kematian rendah.
  2. Usaha-usaha dalam bidang kesehatan dan pengobatan semakin membaik.
  3. Ekonomi teratur dan merata.
  4. Pendidikan kurang baik.

Adapun dampak negatif yang timbul dari tingginya kepadatan penduduk adalah:
  1. Timbulnya bahaya kelaparan.
  2. Semakin banyaknya jumlah pengangguran.
  3. Adanya pencemaran lingkungan.

Usaha-usaha yang dilakukan untuk menghambat pertambahan penduduk adalah:
  1. Membatasi jumlah kelahiran, semisal: program keluarga berencana.
  2. Memperpendek masa kesuburan.
  3. Menggunakan alat kontrasepsi.

2020/07/19

Macam-macam Perkembangbiakan Pada Hewan - Ovipar, Vivipar, Ovivipar, Membelah Diri, Tunas, Dan Fragmentasi.

Seperti halnya pada tumbuhan, hewan juga berkembangbiak. Berkembangbiak adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang sifatnya sama atau menyerupai induknya.

Ada beberapa macam cara perkembangbiakan pada hewan, antara lain sebagai berikut:

1. Perkembangbiakan hewan secara kawin (generatif).
Berkembangbiak secara generatif adalah perkembangbiakan melalui proses perkawinan dimana bertemunya sel telur dan sel sperma sehingga terjadi pembuahan.
proses ini terbagi menjadi 3 yaitu: ovipar, vivipar, dan ovovivipar.

2. Perkembangbiakan hewan secara tak kawin (vegetatif).
Berkembangbiak secara vegetatif adalah perkembangbiakan tanpa melalui proses perkawinan. terjadi pada hewan tingkat rendah yang struktur tubuhnya tidak sempurna.
proses ini terbagi menjadi: membelah diri, bertunas, dan fragmentasi.

I. Perkembangbiakan dengan cara cara bertelur (ovipar).

Proses perkembangbiakan dengan cara bertelur terjadi pada bangsa burung, ikan, serang, dan hewan amfibi. Hewan yang berkembangbiak dengan bertelur disebut dengan ovipar.

Pada hewan ovipar, embrio berkembang didalam telur yang sudah dikeluarkan dari tubuh induknya

Ciri-ciri hewan bertelur (ovipar):
  1. Berkembangbiak dengan cara bertelur.
  2. Tidak memiliki daun telinga.
  3. Tidak memiliki rahim.
  4. Tidak memiliki kelenjar susu (tidak menyusui).
macam-macam perkembangbiakan pada hewan, pengertian berkembangbiak, ovipar,vivipar,ovovivipar, membelah diri, tunas, fragmentasi, generatif, vegetatif

II. Perkembangbiakan dengan cara melahirkan (vivipar).

Proses perkembangbiakan dengan cara melahirkan terjadi pada hewan-hewan yang hidup di darat semisal: harimau, kucing, kijang, dan lain-lain. Selain di darat ada juga hewan laut yang melahirkan seperti: paus, lumba-lumba, dan pesut. Hewan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan disebut vivipar.

Pada hewan vivipar, embrio berkembang di dalam tubuh induknya (di dalam rahim induk) kemudian dilahirkan.

Ciri-ciri hewan beranak (vivipar):
  1. Berkembangbiak dengan cara melahirkan.
  2. Memiliki daun telinga.
  3. Memiliki rahim.
  4. Memiliki kelenjar susu (menyusui).
  5. Biasanya memiliki rambut atau bulu.
macam-macam perkembangbiakan pada hewan, pengertian berkembangbiak, ovipar,vivipar,ovovivipar, membelah diri, tunas, fragmentasi, generatif, vegetatif

III. Perkembangbiakan dengan cara bertelur dan melahirkan (ovovivipar).

Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur-melahirkan terjadi pada bangsa reptil semisal beberapa jenis ular, kadal, platipus, dan ikan pari.

Pada hewan ovovivipar, embrio berkembang dalam telur yang disimpan di dalam tubuh induk hingga menetas kemudian baru dilahirkan.

macam-macam perkembangbiakan pada hewan, pengertian berkembangbiak, ovipar,vivipar,ovovivipar, membelah diri, tunas, fragmentasi, generatif, vegetatif

IV. Perkembangbiakan dengan cara Membelah Diri, Tunas, & Fragmentasi.

A. Proses perkembangbiakan dengan cara membelah diri.
Berkembangbiak dengan cara membelah tubuhnya menjadi dua bagian. Terjadi pada protozoa (hewan tingkat rendah) semisal: amoeba dan paramecium.

macam-macam perkembangbiakan pada hewan, pengertian berkembangbiak, ovipar,vivipar,ovovivipar, membelah diri, tunas, fragmentasi, generatif, vegetatif

B. Proses perkembangbiakan dengan cara tunas.
Berkembangbiak melalui tunas yang menempel pada tubuh induknya hingga cukup dewasa dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya. Terjadi pada hydra.

macam-macam perkembangbiakan pada hewan, pengertian berkembangbiak, ovipar,vivipar,ovovivipar, membelah diri, tunas, fragmentasi, generatif, vegetatif

C. Proses perkembangbiakan dengan cara fragmentasi.
Berkembangbiak dengan cara memotong bagian tubuhnya dimana bagian tubuh yang terpotong akan terbentuk bagian tubuh yang hilang tadi. Terjadi pada cacing pipih (cacing planaria)

macam-macam perkembangbiakan pada hewan, pengertian berkembangbiak, ovipar,vivipar,ovovivipar, membelah diri, tunas, fragmentasi, generatif, vegetatif