Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts

2021/02/23

Pengertian, Macam-macam, dan Ciri-ciri Puisi Rakyat

Apa yang dimaksud puisi rakyat? Puisi rakyat merupakan kesusasteraan lisan yang berkembang di kalangan rakyat serta memiliki pola yang telah pakem. Sebagai kekayaan luruh yang bernilai dan perlu diwariskan kepada generasi selanjutnya, maka kita perlu mempelajari tentang puisi rakyat. Mari kita pejari dengan saksama.

I. MENGENAL PUISI RAKYAT

Sajak atau puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang sudah tertentu bentuknya, biasanya terjadi dari beberapa deret kalimat, ada yang berdasarkan mantra, ada yang berdasarkan panjang pendek suku kata, lemah tekanan suara, atau hanya berdasarkan irama. Jenis-jenis puisi rakyat adalah sebagai berikut.

1. Pantun: Pantun adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari empat larik, berima silang (a-b-a-b), irama yang indah, dan memiliki makna yang penting.

2. Gurindam: Gurindam merupakan karya sastra lama yang berbentuk puisi. Terdiri atas dua baris kalimat yang mempunyai rima atau sajak yang sama dan mengandung nasihat di dalamnya.

3. Talibun: Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
 
4. Syair: Syair merupakan salah satu puisi lama, syair berasal dari bahasa Arab yaitu Syi'ir atau Syu’ur yang artinya perasaan yang mendalam
 
5. Mantra: Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib, serta memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan dengan puisi rakyat lainnya?
 
6. Karmina: Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. Pada umumnya, karmina dibuat untuk menyindir secara langsung. Karmina juga biasa dikenal dengan sebutan pantun kilat.
 
7. Seloka: Seloka adalah pantun berkait. Setiap bait saling berkaitan, misalnya bait pertama berkaitan dengan bait ketiga, dan baris kedua berkaitan dengan baris keempat.


II. MEMAHAMI STRUKTUR DAN POLA PUISI RAKYAT

A. Pantun
Pantun merupakan ungkapan perasaan dan pikiran, karena ungkapan tersebut disusun dengan kata- kata hingga sedemikian rupa, sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca. Pantun memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
  1. Pantun disusun dalam bait-bait. Satu bait terdiri dan 4 bans.
  2. Setiap baris terdiri dari 4-6 kata atau sekitar 8-12 suku kata.
  3. Setiap bait pantun terdiri dari sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi. (Walaupun sampiran tidak berhubungan langsung dengan isi, tetapi lebrh baik apabila kata-kata pada sampiran merupakan cermin dari isi yang hendak disampaikan).
  4. Pantun bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau sajak lain).

B. Syair
Syair merupakan puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri-ciri memiliki empat baris tiap baitnya, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat atau cerita. Syair juga memiliki beberapa ciri, antara lain sebagai berikut:
  1. Setiap bait terdiri atas empat baris.
  2. Setiap baris terdiri atas 8--14 suku kata.
  3. Bersajak a-a-a-a.
  4. Semua baris adalah isi.
  5. Bahasanya biasanya kiasan.

C. Gurindam
Gurindam merupakan puisi lama yang berisi dua baris di setiap baitnya, bersajak atau memiliki rima a-a-a-a, dan isinya ialah sebuah nasihat. Gurindam juga memiliki beberapa ciri, antara lain sebagai berikut:
  1. Gurindam terdiri atas dua baris pada tiap baitnya.
  2. Pada tiap barisnya memiliki jumlah kata sekitar 10 sampai 14 kata.
  3. Tiap barisnya memiliki hubungan sebab akibat.
  4. Tiap barisnya memiliki rima atau bersajak a-a, b-b, c-c dan seterusnya.
  5. Maksud dari isi gurindam ada pada baris kedua.
  6. Gurindam biasanya berisi tentang nasihat-nasihat, dan filosofi hidup (kata-kata mutiara)

D. Mantra
Mantra memiliki ciri sebagai berikut.
  1. Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.
  2. Bersifat lisan, sakti, atau magis.
  3. Adanya perulangan.
  4. Metafora merupakan unsur penting.
  5. Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius.
  6. Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris, dan persajakan.

F. Seloka
Seloka memiliki beberapa ciri sebagai berikut.
  1. Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair.
  2. Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

G. Talibun
Talibun memiliki beberapa ciri sebagai berikut:
  1. Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10, dan seterusnya.
  2. Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
  3. Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
  4. Apabila enam baris sajaknya a-b-c-a-b-c.
  5. Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a-b-c-d-a-b-c-d

III. MENYIMPULKAN ISI PUISI RAKYAT

A. Menyimpuikan Isi Pantun.

Pantun merupakan salah satu karya fiksi prosa lama yang di dalamnya terdapat pesan-pesan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengetahui isi pesan dalam sebuah pantun, kalian dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Membaca pantun tersebut dengan saksama.
  2. Menuliskan yang termasuk isi dari pantun tersebut.
  3. Mengembangkan isi pantun tersebut secara singkat dengan bahasa kalian sendiri.

Contoh: 
Anak itik main di padang
Bertemu katak lalu berteman
Hati senang dada kepalang
Ayah pulang membawa mainan 
 
Berdasarkan pantun di atas dapat disimpulkan bahwa isi dari pantun tersebut adalah seorang anak merasa senang karena ayahnya pulang membawa sebuah mainan.

B. Menyimpulkan Isi Gurindam

Untuk menyimpuikan isi gurindam, perhatikan hal-hal berikut:
  1. Membaca ulang gurindam tersebut.
  2. Memerhatikan aspek pemilihan katanya.
  3. Makna kata sulit pada gurindam tersebut.
  4. Menyimpuikan isi pesan yang terkandung dengan menggunakan bahasa kalian sendiri.
 
Contoh:
Kurang pikir kurang siasat, tentu dirimu kelak tersesat
Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat
 
Simpulan:
  1. Jika kita melakukan suatu perbuatan tanpa didasari oleh ilmu, tentu kita akan terjerumus pada kesesatan.
  2. Kita harus pandai-pandai mencari teman untuk dijadikan sahabat. Sahabat yang baik adalah yang mampu memberikan ketenangan dan menjadi “obat” manakala kita dalam kesusahan.

C. Menyimpuikan Isi Syair

1. Langkah-langkah menyimpuikan isi syair.
a. Membaca ulang syair yang akan disimpulkan.
b. Mencari ide pokok syair tersebut.
c. Mengartikan setiap kata yang sulit pada syair tersebut.
d. Menyimpuikan isi pesan dengan bahasamu sendiri. 

2. Contoh menganalisis isi syair.
Nilai dalam syair merupakan hasil perenungan dan pemikiran yang tercermin dalam syair. Nilai tersebut dapat berhubungan dengan situasi yang dirasakan, dihayati, atau dialami penyair pada masanya.

IV. MENELAAH STRUKTUR DAN KEBAHASAAN PADA PUISI RAKYAT
 
A. Menelaah Beragam Pola Pengembangan Pantun.

Pantun merupakan salah satu jenis sastra lisan yang berbentuk puisi. Pantun dikenal di berbagai daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda. Pola perkembangan pantun berkaitan dengan jenis pantun. Jenis pantun dapat dibedakan dengan pantun talibun dan karmina.
 
  • Talibun merupakan sejenis puisi lama seperti pantun, karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris (mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, dan abcde-abcde.Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris.
  • Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalah isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). BiSsanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.

B. Menelaah Struktur Pantun.

Teks pantun disusun berdasarkan struktur teks yang terdiri dari sebagai berikut:
  • Sampiran, terletak pada dua baris pertama dan biasanya tidak ada hubungan dengan bagian kedua (isi).
  • Isi, dua baris terakhir yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.
Meskipun pada umumnya sampiran tidak berkaitan dengan isi, tetapi kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi. Kedudukan sampiran dan isi tidak dapat dipertukarkan. Sebuah pantun selalu diawali dengan sampiran dan kemudian diikuti dengan isi.


C. Menelaah Struktur dan Bahasa Gurindam.

Gurindam merupakan puisi lama (Melayu) yang terdiri atas dua baris dalam satu bait, memiliki akhiran rima sama, dan rima tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dalam sebuah gurindam.

1. Struktur gurindam.
Berikut struktur gurindam:
  • Terdiri atas dua baris.
  • Bersajak a-a.
  • Baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian.Baris kedua berisi jawaban atau konsekuensi dari baris pertama

2. Bahasa gurindam.
Bahasa yang digunakan dalam penulisan gurindam menggunakan kalimat pola hubungan syarat pada larik pertama dan pada larik kedua menggunakan kalimat pola hubungan kondi?i/ keadaan apabila pola hubungan syarat dilakukan.


D. Menelaah Struktur dan Aspek Kebahasaan pada Syair
Syair merupakan bentuk puisi lama yang terdiri atas empat baris dan dengan isi.
 
1. Struktur Syair.
Struktur syair adalah sebagai berikut:
  • Terdiri atas empat baris dalam sebait dengan isi semua di setiap barisnya.
  • Bersajak a-a-a-a.
  • Lebih dari satu bait.
  • Satu baris terdiri atas empat kata.Tidak terikat dengan aturan.
 
2. Bahasa pada syair.
Penulisan syair tidak lepas dari aspek kebahasaannya. Aspek kebahasaan yang digunakan untuk menulis syair adalah menggunakan kalimat sapaan, kalimat perintah, kata simbolik, dan ungkapan lama.
 
3. Menelaah unsur-unsur syair.
Unsur-unsur syair meliputi tema, perasaan, nada, dan amanat. Berikut unsur-unsur syair.
  • Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Contoh tema syair adalah ketuhanan, kemanusiaan, patriotisme, dan sebagainya.
  • Perasaan berkaitan dengan perasaan yang disampaikan penyair melalui syairnya. syair dapat mengungkapkan perasaan yang beraneka ragam, mungkin perasaan sedih, kecewa, bend, rindu, maupun bahagia.
  • Nada merupakan sikap batin penyair yang hendak diekspresikan kepada pembaca. Misalnya, ada nada menasihati, mencemooh, iri hati, penasaran, dan sebagainya.Amanat berkenaan dengan maksud, pesan, atau tujuan yang hendak disampaikan penyair melalui syairnya.

V. MENYAJIKAN PUISI RAKYAT SECARA LISAN DAN TULIS

A. Menulis Pantun dengan Berbagai Konteks.

Pantun merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk puisi lama dengan sampiran dan isi. Apabila kita ingin menulis pantun perlu memerhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Mehentukan ide atau gagasan pokok yang akan dituangkan atau disampaikan dalam bentuk pantun.
  • Menyusun ide atau gagasan pokok yang akan disampaikan dalam sebuah pantun menjadi dua larik. Dalam menulis ide pokok tersebut perlu memerhatikan bunyi akhirannya yang harus berbeda.
  • Menentukan pilihan kata yang memiliki akhiran yang sama seperti dua larik sebelumnya.
  • Membuat bagian sampiran pantun yang dapat diambil dari konteks benda/kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan isi pantun.Menyusun kembali larik pantun dengan rima yang memiliki akhiran sama.
Untuk membuat gurindam dan syair, langkah-langkah yang digunakan hampir sama dengan membuat pantun. Tetapi dalam pembuatan gurindam dan syair harus memerhatikan dan disesuaikan dengan ciri dan struktur yang berlaku.

B. Berunjuk karya dengan Puisi Rakyat.

Berunjuk karya dengan puisi rakyat merupakan cara kita menerapkan atau mempraktikkan hasil karya puisi rakyat dengan cara memusikalisasikan syair dan gurindam. Berikut merupakan langkah-langkah musikalisasi syair dan gurindam.
  • Membuat dua kelompk yang terdiri dari kelompok syair dan gurindam berjumlah minimal 3 orang dan maksimal 15 orang.
  • Membuat sebuah syair atau pantun dengan memerhatikan strukturnya.
  • Memberi nada yang sesuai dengan isi pesan syair/gurindam.
  • Melakukan secara bergantian dengan kelompok lain.

C. Berbalas Pantun.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang pada mulanya disampaikan dengan cara didendangkan. Pantun dibacakan dengan menggunakan irama seperti halnya puisi. Berikut merupakan langkah-langkah dalam berbalas pantun:
  • Membuat dua kelompok yang terdiri dari 3 orang.
  • Menyiapkan beberapa pantun yang akan digunakan untuk kegiatan berbalas pantun.
  • Memerhatikan intonasi, lafal, dan ekspresi pada saat berbalas pantun.
  • Melakukan secara berulang-ulang sampai salah satu kelompok tidak berhasil membalas pantun yang diberikan

2020/09/29

Teks Deskripsi - Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tujuan

 A. Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi

Teks Deskripsi adalah sebuah paragraf dimana gagasan utamanya disampaikan dengan cara menggambarkan secara jelas objek, tempat, atau peristiwa yang sedang menjadi topik kepada pembaca. Sehingga pembaca seolah-olah bisa merasakan langsung apa yang sedang diungkapkan dalam teks tersebut.

Kata deskripsi berasal dari bahasa Latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan.

1. Mengidentifikasi Ciri Objek, Tujuan, dan Isi Teks Deskripsi

a. Ciri-ciri teks deskripsi

Ciri-ciri yang dimiliki teks ini sangat jelas, sehingga akan sangat mudah membedakan teks ini dengan teks lainnya. Berikut ciri-cirinya:

  1. Paragraf deskripsi menggambarkan sesuatu.
  2. Paragraf yang digambarkan, dijelaskan secara sangat jelas, dan rinci serta melibatkan kesan indra.
  3. Ketika pembaca membaca teks deskripsi, maka seolah-olah merasakan langsung apa yang sedang dibahas di dalam teks.
  4. Teks deskripsi menjelaskan ciri-ciri fisik objek, seperti bentuk, ukuran, warna, atau ciri-ciri psikis/keadaan suatu objek dengan rinci.

 

b. Tujuan teks deskripsi

Tujuan Teks deskripsi adalah memberi penjelasan yang utuh kepada pembacanya supaya mereka dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dengan jelas, entah dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa, dan lain sebagainya.
 

c. Isi teks deskripsi


Pada teks deskripsi, penulis berusaha memindahkan kesan atau persepsi, hasil observasi, dan kata hatinya kepada pembaca dengan menyampaikan sifat dan semua perincian yang dapat ditemukan pada objek yang diamati. Dengan istilah lain, penulis berusaha menciptakan sensasi atau impresi indra pembaca dalam rangka menghasilkan kesan berdasarkan daya nalar dan imajinasinya melalui teks atau paragraf deskripsi.

2. Mengidentifikasi Jenis Teks Deskripsi


Teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis teks, yakni:

  • Teks Deskripsi Spatial.
  • Teks Deskripsi Subjektif.
  • Teks Deskripsi Objektif.


3. Mendaftar Ciri Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi


Berikut ciri kebahasaan teks deskripsi.

  1. Teks deskripsi melukiskan atau menggambarkan kondisi objek, tempat, peristiwa, dan semacamnya secara terperinci.
  2. Teks deskripsi memberikan kesan berdasarkan efek panca indra, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang diuraikan penulis.
  3. Teks deskripsi menggali sumber ide dari pengamatan (observasi), sehingga semakin baik dan detail pengamatan seorang penulis, maka besar kemungkinan penggambaran dalam teks deskripsi semakin baik dan detail pula.
  4. Teks deskripsi membutuhkan data-data valid berupa fakta dan sesuai realita sebagai ilustrasi untuk memperjelas penggambaran.
  5. Teks deskripsi menggunakan pola pengembangan urutan ruang. Di bagian ini, penulis menggambarkan suatu kondisi, peristiwa, dan hal dalam teks deskripsi berdasarkan objek yang diamati satu persatu atau secara bergantian.

teks deskripsi, pengertian, ciri-ciri, tujuan, teks deskripsi, pelajaran bahasa indonesia, jenis, penggunaan bahasa,struktur, cara menulis, langkah



B. Menentukan Isi Teks Deskripsi

1. Menentukan Perincian Informasi Pada Teks Deskripsi



Berdasarkan penulisannya teks deskripsi dibagi menjadi dua pola pengembangan, yaitu

  • Pola pengembangan spasial
  • Pola pengembangan sudut pandang.


2. Membandingkan Isi Teks 1 dan Teks 2

Berikut langkah-langkah yang harus kalian lakukan agar dapat membandingkan dua teks
deskripsi.

  • Bacalah dengan cermat teks deskripsi tersebut.
  • Carilah perbedaan topik utama dan perincian isi teks deskripsi tersebut.
  • Carilah persamaan kedua teks tersebut berdasarkan pola pengelompokannya.
  • Carilah perbedaan atau persamaan penulis dalam mengembangkan isi tersebut.
  • Tuliskan perbedaan atau persamaan kesan panca indra teks deskripsi tersebut.


C. Menelaah Struktur dan Bahasa Teks Deskripsi

1. Mencermati Struktur Teks Deskripsi


Teks deskripsi memliki 3 unsur sebagai struktur pembangunnya. Struktur-struktur tersebut antara lain identifikasi, klarifikasi, dan bagian deskripsi.

2. Menelaah Penggunaan Bahasa pada Teks Deskripsi

 
Berikut adalah kaidah kebahasaan teks deskripsi:

  • Menggunakan kata benda sesuai topik yang dideskripsikan, seperti: sekolah, rumah, guruku, teman saya, dan Iain-lain.
  • Menggunakan frasa yang mengandung kata benda, contoh: beliau adalah seorang kepala sekolah yang rendah hati, dan lain-lain.
  • Mengandung kata sifat yang bersifat menggambarkan, seperti: satu siswa rajin, dua kaos kaki putih, dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja transitif untuk memberikan informasi subjek, misal: siswa itu mengenakan seragam putih biru dan lain-lain.
  • Mengandung kata kerja (perasaan, pendapat) dengan tujuan mengungkapkan pandangan pribadi penulis mengenai subjek. Seperti: saya pikir itu adalah kucing cerdas, saya yakin buku itu murah, dan lain-lain.
  • Mengandung kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan mengenai objek, seperti: dengan cepat, di rumah, di kantin, dan lain-lain.
  • Menggunakan bahasa kiasan atau majas.

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan untuk membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Berikut jenis-jenis majas yang terdapat dalam teks deskripsi.

  1. Majas Metafora : Majas metafora ialah majas yang mengungkapkan perbandingan analogis antara dua hal yang berbeda.
  2. Majas Personifikasi : Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda mati seperti seolah-olah memiliki sifat manusia.


D. Menyajikan Lisan dan Menulis Teks Deskripsi

1. Menyajikan Teks Deskripsi secara Lisan dari Video yang Diamati


Cara menyajikan teks deskripsi secara lisan sesungguhnya hampir sama dengan menyajikan teks secara tertulis. Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menyampaikan teks deskripsi secara lisan, antara lain sebagai berikut:

  • Materi.
  • Pola pengembangan yang digunakan.
  • Bahasa.
  • Aspek-aspek berbicara.


2. Menulis Teks Deskripsi


Berikut langkah-langkah menulis teks deskripsi:

  • Menentukan subjek yang akan dideskripsikan dan membuat judul yang sesuai.
  • Membuat kerangka bagian-bagian yang akan dideskripsikan.
  • Mencari dan mengumpulkan data.
  • Menyusun kalimat-kalimat menjadi paragraf pembuka teks deskripsi atau bagian identifikasi.
  • Membuat rincian objek/suasana yang kamu deskripsikan dengan menggunakan kata dan kalimat yang merangsang panca indra. Sehingga pembaca teks deskripsi akan seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang kalian deskripsikan. Sebaiknya menggunakan variasi kata agar menarik.


3. Menyunting Teks Deskripsi


Menyunting dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan. Menyunting dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut:

  • Membaca tulisan dengan teliti.
  • Memperbaiki kesalahan penulisan ejaan.
  • Memperbaiki kalimat sehingga menjadi kalimat yang runtut.
  • Memperbaiki paragraf hingga menjadi paragraf yang padu.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyuntingan adalah sebagai berikut.

  • Ketepatan penulisan ejaan.
  • Ketepatan penggunaan kata-kata.
  • Penggunaan kalimat efekif.
  • Keterpaduan paragraf.

2020/02/18

Arane Wit-Witan (Nama Pohon) - Pelajaran Bahasa Jawa

Arane Wit-Witan (Nama Pohon) - Pelajaran Bahasa Jawa

Arane wit, sebutane wit, Pelajaran Bahasa Jawa, daftar nama pohon dalam bahasa jawa, pelajaran sekolah, sekolah dasar, pepak boso Jowo, belajar bahasa jawa, kumpulan, rangkuman, istilah jawa

  1. Wit Aren arane: Ruyung
  2. Wit Gedhang arane: Debog
  3. Wit Jagung arane: Tebon
  4. Wit Jambe arane: Pucang
  5. Wit Jati enom arane: Jangglengan
  6. Wit Kacang arane: Rendeng
  7. Wit Kapuk  arane: Randhu
  8. Wit Krambil  arane: Glugu
  9. Wit Mlinjo arane: So, Bego
  10. Wit Pari arane: Damen
  11. Wit Pohung  arane: Bonggol
  12. Wit Pring enom arane: Bung
  13. Wit Pring tuwa arane: Bungkilan
  14. Wit Siwalan arane: Tal
  15. Wit Telo arane: Lung

Demikian artikel Arane Wit-Witan (Nama Pohon) - Pelajaran Bahasa Jawa. Semoga bermanfaat.

2020/02/14

Arane Woh - Pelajaran Bahasa Jawa

Arane Woh - Pelajaran Bahasa Jawa

Arane woh, sebutane woh, Pelajaran Bahasa Jawa, daftar nama biji buah dalam bahasa jawa, pelajaran sekolah, sekolah dasar, pepak boso Jowo, belajar bahasa jawa, kumpulan, rangkuman, istilah jawa
  1. Woh Aren arane : Kolang-Kaling
  2. Woh Bengkoang arane : Besusu
  3. Woh Cengkeh arane : Polong
  4. Woh Gembang arane : Krandhing
  5. Woh Gembili arane : Katak
  6. Woh Jati arane : Janggleng
  7. Woh Kanthil arane : Gendhek
  8. Woh Kelor arane : Klenthang
  9. Woh Kesambi arane : Kecacil
  10. Woh Kluwak  arane : Pocung
  11. Woh Pandhan Eri arane : Padhaga
  12. Woh So arane : Mlinjo
  13. Woh Tal arane : Siwalan
  14. Woh Turi arane : Klentang
  15. Woh Uwi arane : Katak
  16. Woh Widara Putih arane: Anyang

Demikian artikel Arane Woh - Pelajaran Bahasa Jawa. Semoga bermanfaat.

2020/02/11

Arane Isi - Pelajaran Bahasa jawa

Arane Isi - Pelajaran Bahasa jawa

Arane isi, sebutane isi, Pelajaran Bahasa Jawa, daftar nama isi buah dalam bahasa jawa, pelajaran sekolah, sekolah dasar, pepak boso Jowo, belajar bahasa jawa, kumpulan, rangkuman, istilah jawa

Isi Asem arane : Klungsu
Isi Cipira rane : Botor
Isi Duren arane : Pongge
Isi Jambe arane : Jebug
Isi Jambu arane : Jebug
Isi Jati arane : Janggleng
Isi Kapas arane : Wuku
Isi Kates arane : Trempos
Isi Kesambi arane : Kecacil
Isi Kluwek arane : Pocung
Isi Kluwih arane : Bethem
Isi Krambil arane : Kenthos
Isi Mlinjo arane : Klathak
Isi Nangka arane : Beton
Isi Pelem arane : Pelok
Isi Randu arane : Klentheng
Isi Salak arane : Kenthos
Isi Sawo arane : Kecik
Isi Semangka arane : Kuwaci

Demikian artikel Arane Isi - Pelajaran Bahasa jawa. Seoga bermanfaat.

2020/02/07

Arane Godhong (Daun) - Pelajaran bahasa Jawa

Arane Godong (Daun) - Pelajaran bahasa Jawa

Arane Godhong, sebutane godong, Pelajaran Bahasa Jawa, daftar nama daun dalam bahasa jawa, pelajaran sekolah, sekolah dasar, pepak boso Jowo, belajar bahasa jawa, kumpulan, rangkuman, istilah jawa

  1. Godhong Aren arane : Dliring
  2. Godhong Asem arane : Sinom
  3. Godhong Awar-awar arane : Dongeng
  4. Godhong Cipir arane : Cethethet
  5. Godhong Cekuk arane : Sriwadari
  6. Godhong Cocor Bebek arane : Tiba Urip
  7. Godhong Dhadhap arane : Tawa
  8. Godhong Gebang arane : Kajang
  9. Godhong Gedhang Enom arane : Pupus
  10. Godhong Gedhang Tua arane : Ujungan
  11. Godhong Gedhang Garing arane : Klaras
  12. Godhong Ijon-ijonan arane : Dingkik
  13. Godhong Iler arane : Sisikbang
  14. Godhong Jambe arane : Procot, Dedel
  15. Godhong Jarak arane : Bledheg
  16. Godhong Jarak Kebo arane : Lomah Lameh
  17. Godhong Jati arane : Jompong
  18. Godhong Jipang arane : Bethethet
  19. Godhong Kacang Brol arane : Rending
  20. Godhong Kacang Lanjaran arane : Lembayung
  21. Godhong Kara arane : Brobos
  22. Godhong Kates arane : Gampleng
  23. Godhong Kecipir arane : Cethethet
  24. Godhong Kemladheyan arane : Kumuda
  25. Godhong Ketela Rambat arane : Jlegor
  26. Godhong Kelor arane : Limaran / Sapu Jagad
  27. Godhong Kimpul (Tales) arane : Lumbu
  28. Godhong Kimpul Alas arane : Kombang
  29. Godhong Kluwi arane : Kleyang
  30. Godhong Krambi Enom arane : Janur
  31. Godhong Krambil Tuwa arane : Blarak
  32. Godhong Lempuyang arane : Lirih
  33. Godhong Lombok arane : Sabrang
  34. Godhong Mlinjo arane : Eso
  35. Godhong Pari arane : Damen
  36. Godhong Pring arane : Elarmanyura
  37. Godhong Pohung arane : Kopral
  38. Godhong Randu arane : Baladewa
  39. Godhong Semangka arane : Gudha
  40. Godhong Siwalan arane : Lontar
  41. Godhong Tebu Garing arane : Rapak
  42. Godhong Tebu Teles arane : Momol
  43. Godhong Tela arane : Jlegor
  44. Godhong Turi arane : Pethuk, Sampar  Angin
  45. Godhong Waluh arane : Lomah Lameh
  46. Godhong Widara Putih arane : Trawas
  47. Godhong Wuni arane : Major

Demikian artikel Arane Godong (Daun) - Pelajaran bahasa Jawa. Semoga bermanfaat.

2020/02/04

Arane Pentil - Pelajaran Bahasa Jawa

Arane Pentil - Pelajaran Bahasa Jawa

Arane pentil, sebutane pentil, Pelajaran Bahasa Jawa, daftar nama bakal buah dalam bahasa jawa, pelajaran sekolah, sekolah dasar, pepak boso Jowo, belajar bahasa jawa, kumpulan, rangkuman, istilah jawa

  1. Pentil Asem arane : Cempaluk
  2. Pentil Jagung arane : Janter
  3. Pentil Jambe arane : Bleber
  4. Pentil Jambu arane : Karuk
  5. Pentil Kacang arane : Besengut
  6. Pentil Krambil arane : Blubuk
  7. Pentil Manggis arane : Blibar
  8. Pentil Nangka arane : Babal
  9. Pentil Pelem arane : Pencit
  10. Pentil Randhu arane : Plencing
  11. Pentil Semangka arane : Plonco
  12. Pentil So arane : Kroto
  13. Pentil Timun arane : Serit

Demikian artikel Arane Pentil - Pelajaran Bahasa Jawa. Semoga Bermanfaat.