Showing posts with label ipa. Show all posts
Showing posts with label ipa. Show all posts

2021/04/30

Interaksi Makhluk hidup Dalam Ekosistem

Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri tetapi selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik dan antarsesama komponen biotik.

I. Interaksi Antara Komponen Biotik dan Abiotik.

Apabila kamu menanam bunga di pot, maka agar tanamanmu tumbuh dengan baik kamu harus rajin menyiramnya karena tanaman membutuhkan air. Apakah semua makhluk hidup membutuhkan air? Coba, ingat kembali ciri-ciri makhluk hidup yang telah kamu pelajari. Air adalah komponen abiotik sehingga jelas bahwa makhluk hidup membutuhkan komponen abiotik untuk kelangsungan hidupnya.

Komponen biotik juga mempengaruhi komponen abiotik. Tumbuhan yang besar dengan akar- akar yang kuat dan daun yang rimbun dapat membantu mencegah terjadinya erosi. Cacing tanah membuat rongga-rongga di dalam tanah dan memakan humus sehingga kotoran cacing masih mengandung humus yang menyuburkan.tanah.

II. Interaksi Antar Komponen Biotik.

Produsen, konsumen, maupun pengurai saling ketergantungan. Setiap makhluk hidup memerlukan makhluk hidup lainnya untuk saling mendukung kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan saling ketergantungan tersebut, terjadi melalui peristiwa sebagai berikut.

1. Rantai Makanan.

Rantai makanan adalah rangkaian peristiwa makan dan dimakan antarmakhluk hidup untuk kelangsungan hidupnya. Proses makan-memakan tersebut berdasar urutan tertentu dan berlangsung terus-menerus. Dalam suatu ekosistem makhluk hidup memiliki perannya masing- masing, mulai dari yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan beberapa sebagai dekomposer (pengurai).

Rantai makanan tersusun atas beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini disebut tingkat trofik. Susunan-susunannya dimulai dari produsen hingga dekomposer. Produsen sebagai organisme yang mampu membuat makanan sendiri berada di tingkat trofik pertama. Kemudian, konsumen yang memakan produsen berada pada tingkat trofik kedua. Pada tingkat ketiga, diduduki oleh konsumen yang memakan konsumen pertama, begitu juga pada tingkat trofik keempat dan seterusnya.

interaksi makhluk hidup, ekosistem, pengertian, contoh, jenis, rantai makanan, perumput, detritus, piramida makanan, jaring makanan, simbiosis,

Berdasarkan jenis organisme yang menduduki tingkat pertama trofik, rantai makanan di bagi dua, yaitu: rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus.

a. Rantai Makanan Perumput.
Rantai makanan perumput dimulai dari tumbuhan sebagai produsen pada tingkat trofik pertamanya.
Contohnya rumput -> belalang -> burung -> ular.

b. Rantai Makanan Detritus.
Rantai makanan detritus tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivor.
Contohnya serpihan daun (sampah) -> cacing tanah -> ayam -> manusia.

2. Jaring-Jaring Makanan.

Jaring-jaring makanan adalah sekumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Raptai makanan hanya sebagian kecil dari sebuah jaring-jaring makanan. Secara alami, makhluk hidup memakan lebih dari satu variasi makanan.

interaksi makhluk hidup, ekosistem, pengertian, contoh, jenis, rantai makanan, perumput, detritus, piramida makanan, jaring makanan, simbiosis,

3. Piramida Makanan.

Piramida makanan adalah jumlah massa.zat dan energi dari produsen sampai dengan konsumen tertinggi yang digambarkan dalam bentuk piramida. Berdasarkan gambaran tersebut, jumlah produsen terbanyak, konsumen I terbanyak kedua, konsumen II terbanyak ketiga, dan seterusnya hingga mencapai konsumen III yang jumlahnya paling sedikit.

interaksi makhluk hidup, ekosistem, pengertian, contoh, jenis, rantai makanan, perumput, detritus, piramida makanan, jaring makanan, simbiosis,

4. Simbiosis.

Simbiosis adalah hubungan erat yang saling memengaruhi antara dua organisme atau lebih berbeda spesies. Simbiosis dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu simbiosis mutualisme, parasitisme, dan komensalisme.

a. Simbiosis Mutualisme.
Simbiosis mutualisme menyatakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Contohnya simbiosis antara bakteri Rhizobium dengan akar tanaman Leguminoceae. Bakteri membantu menambat (fiksasi) nitrogen dari udara untuk kepentingan tumbuhan, tetapi bakteri juga memperoleh senyawa organik sebagai sumber makanan dari tanaman Leguminoceae.

b. Simbiosis Parasitisme.
Simbiosis parasistisme menyatakan hubungan timbal balik yang menguntungkan salah satu pihak saja, sedangkan pihak yang lain dirugikan. Contohnya benalu dengan pohon inang, cacing pita dengan inangnya, dan cacing hati dengan inangnya. Benalu mendapatkan makanan dari tanaman inangnya, sedangkan tanaman, inang dirugikan karena bahan makanannya diambil oleh benalu.

c. Simbiosis Komensalisme.
Simbiosis komensalisme menyatakan hubungan timbal balik yang menguntungkan salah satu pihak, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan ataupun dirugikan. Contohnya ikan hiu dengan ikan remora. Ikari remora mendapatkan keuntungan karena terlindung dari mangsanya, sedangkan ikan hiu tidak untung ataupun rugi.

2021/04/27

Autotrof, Heterotrof, dan Pengurai - Pembagian Makhluk Hidup Berdasarkan Cara Pemenuhan Energi

Organisme hidup dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan pemenuhan energinya, yaitu Autotrof (Autotrophs), Heterotrof (Heterotrophs), dan Pengurai (Detritivor). Adapun penjelasan mengenai ketiga kategori tersebut adalah sebagai berikut di bawah ini:

1. Organisme Autotrof (Autotrophs)

Organisme Autotrof adalah organisme yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanannya sendiri. Organisme yang tergolong autotrof hanya membutuhkan karbondiokstda dan senyawa nitrogen anorganik sederhana guna menghasilkan makanannya tersebut. Organisme autotrof biasanya berupa tumbuhan berklorofil yang mampu melakukan fotosintesis. Contohnya tumbuhan hijau serta ganggang hijau biru.

Zat makanan berupa karbohidrat akan tersimpan sebagai cadangan makanan pada batang, akar, dan daun. Sedangkan, hasil yang berupa gas 02 akan dilepaskan ke udara dan digunakan oleh organisme lain untuk bemapas. Dalam ekosistem, organisme autotrof bertindak sebagai produsen, yaitu penghasil makanan. Bahan makanan yang dihasilkan akan dikonsumsi oleh organisme lain sebagai sumber tenaga.

pengertian, definisi, apa itu, autotrof, heterotrof, pengurai, pembagian makhluk hidup, sumber makanan, jelaskan, ipa, smp, biologi, organism

2. Organisme Heterotrof (Heterotrophs)

Organisme Heterotrof adalah organisme yang tidak bisa menghasilkan makanannya sendiri. Akan tetapi, memanfaatkan bahan-bahan organik dari organisme autotrof sebagai bahan makanannya. Guna memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini bergantung pada organisme lain.

Heterotrof adalah konsumen dalam ekosistem. Mereka memakan organisme yang lebih kompleks seperti tumbuhan dan/atau hewan. Beberapa contoh heterotrof adalah bakteri, protista, jamur, herbivora (rusa, sapi, domba), karnivora (beruang, singa, anjing), dan omnivora (burung, tupai, tikus, dan manusia). Faktanya, sekitar 95% dari semua makhluk hidup di Bumi adalah heterotrof. Tidak seperti autotrof, heterotrof tidak harus memfiksasi karbon, sehingga mereka dapat memanfaatkan semua energi dari makanan yang mereka makan.

pengertian, definisi, apa itu, autotrof, heterotrof, pengurai, pembagian makhluk hidup, sumber makanan, jelaskan, ipa, smp, biologi, organism

3. Organisme Pengurai (Detritivor).

Detritivor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau detritus. Detritus adalah hancuran jaringan hewan dan tumbuhan.

Detritivora juga konsumen tetapi mereka mendapatkan kategori mereka sendiri karena apa yang mereka makan. Organisme ini juga disebut sebagai pengurai, dan mereka memakan organisme mati secara langsung atau memecah benda mati untuk mendapatkan energi. Contoh detritivora adalah cacing tanah, jamur, kumbang kotoran, kaki seribu, bintang laut, dan kepiting biola. Siklus interaksi yang kompleks antara faktor biotik dan abiotik berlanjut saat pengurai membersihkan setelah produsen dan konsumen, tetapi sekaligus berfungsi sebagai makanan untuk heterotrof.
 
pengertian, definisi, apa itu, autotrof, heterotrof, pengurai, pembagian makhluk hidup, sumber makanan, jelaskan, ipa, smp, biologi, organism

2021/03/13

Pengertian Komponen Biotik dan Abiotik

Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik.

Faktor biotik adalah makhluk hidup yang berdampak pada populasi makhluk hidup lain atau lingkungan. Faktor abiotik melakukan hal yang sama, tetapi tidak hidup. Bersama-sama, faktor biotik dan abiotik membentuk ekosistem. Untuk bertahan hidup, faktor biotik membutuhkan faktor abiotik. Sebaliknya, faktor biotik dapat membatasi jenis dan jumlah faktor biotik dalam suatu ekosistem.

I. Komponen Abiotik.

Komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu, udara, dan lain sebagainya.

Komponen abiotik berupa bahan fisik maupun kimia sebagai tempat bertangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besardari komponen abiotik memiliki beragam variasi dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik terdiri dari hal-hal sebagai berikut:

a. Suhu
b. Air
c. Garam
d. Cahaya matahari
e. Tanah dan batu
f. Iklim

II. Komponen Biotik.

Komponen biotik dalam ekosistem terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Organisme hidup dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan pemenuhan energinya, yaitu autotrof, heterotrof, dan pengurai.

1. Organisme Autotrof (Autotrophs)

Organisme autotrof adalah organisme yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan mdkanannya sendiri. Organisme yang tergolong autotrof hanya membutuhkan karbondiokstda dan senyawa nitrogen anorganik sederhana guna menghasilkan makanannya tersebut. Organisme autotrof biasanya berupa tumbuhan berklorofil yang mampu melakukan fotosintesis. Contohnya tumbuhan hijau serta ganggang hijau biru.

Zat makanan berupa karbohidrat akan tersimpan sebagai cadangan makanan pada batang, akar, dan daun. Sedangkan, hasil yang berupa gas 02 akan dilepaskan ke udara dan digunakan oleh organisme lain untuk bemapas. Dalam ekosistem, organisme autotrof bertindak sebagai produsen, yaitu penghasil makanan. Bahan makanan yang dihasilkan akan dikonsumsi oleh organisme lain sebagai sumbertenaga.

2. Organisme Heterotrof (Heterotrophs)

Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak bisa menghasilkan makanannya sendiri. Akan tetapi, memanfaatkan bahan-bahan organik dari organisme autotrof sebagai bahan makanannya. Guna memenuhi kebutuhan makanannya, organisme ini bergantung pada organisme lain.

Heterotrof adalah konsumen dalam ekosistem. Mereka memakan organisme yang lebih kompleks seperti tumbuhan dan/atau hewan. Beberapa contoh heterotrof adalah bakteri, protista, jamur, herbivora (rusa, sapi, domba), karnivora (beruang, singa, anjing), dan omnivora (burung, tupai, tikus, dan manusia). Faktanya, sekitar 95% dari semua makhluk hidup di Bumi adalah heterotrof. Tidak seperti autotrof, heterotrof tidak harus memfiksasi karbon, sehingga mereka dapat memanfaatkan semua energi dari makanan yang mereka makan.

3. Organisme Pengurai (Detritivor).

Detritivor adalah organisme yang memakan partikel-partikel organik atau detritus. Detritus adalah hancuran jaringan hewan dan tumbuhan.

Detritivora juga konsumen tetapi mereka mendapatkan kategori mereka sendiri karena apa yang mereka makan. Organisme ini juga disebut sebagai pengurai, dan mereka memakan organisme mati secara langsung atau memecah benda mati untuk mendapatkan energi. Contoh detritivora adalah cacing tanah, jamur, kumbang kotoran, kaki seribu, bintang laut, dan kepiting biola. Siklus interaksi yang kompleks antara faktor biotik dan abiotik berlanjut saat pengurai membersihkan setelah produsen dan konsumen, tetapi sekaligus berfungsi sebagai makanan untuk heterotrof.

2021/03/03

Jaringan Pada Tumbuhan Dan Hewan

Pengertian Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal-usul, struktur, dan fungsi yang sama. Samakah jaringan pada hewan dan tumbuhan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perhatikan uraian materi berikut:

1. Jaringan pada Tumbuhan
Tumbuhan memiliki bermacam-macam jaringan dimulai dari jaringan epidermis, jaringan meristem, jaringan pengangkut, jaringan penyokong, dan jaringan dasar.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

a. Jaringan epidermis
Jaringan epidermis, yaitu jaringan yang menutup permukaan tubuh atau bagian tubuh tumbuhan. Disebut juga jaringan pelindung. Jaringan epidermis tersusun dari sel yang berbentuk pipih dengan permukaan atas dan bawah sejajar. Jaringan epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi stomata, trikoma, sel kipas, sel gabus, litokis, dan kutikula. Kutikula berupa lapisan lilin anti air yang bertugas mencegah penguapan yang berlebihan.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

b. Jaringan meristem
Jaringan meristem tersusun atas sel-sel yang selalu aktif membelah. Jaringan meristem terdapat pada ujung batang dan ujung akar, sehingga sering disebut meristem apikal serta pada kambium.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

c. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut merupakan jaringan sebagai pembuluh yang berfungsi sebagai pengangkut zat. Jaringan pengangkut dibagi menjadi dua macam, yaitu floem (phloem) dan xilem. Floem (pembuluh tapis) terdiri atas pembuluh tapis dan sel pengiring, berfungsi mengangkut air dan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Sedangkan xilem (pembuluh kayu) terdiri atas pembuluh xilem dan trakeid xilem, yang berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar menuju ke daun.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

d. Jaringan penyokong
Jaringan penyokong berfungsi menunjang berdirinya tumbuhan. Terdapat dua macam jaringan penyokong, yaitu kolenkim dan sklerenkim. Jaringan kolenkim umumnya terdapat pada tangkai daun dan mengalami penebalan dari zat selulosa, sedangkan jaringan sklerenkim umumnya terdapat pada batang dan tulang daun serta mengalami penebalan dari zat lignin.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang
sklerenkim

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang
kolenkim

e. Jaringan parenkim (dasar)
Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat di antara jaringan-jaringan lainnya. Jaringan parenkim berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan dan berlangsungnya proses fotosintesis. Jaringan parenkim dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang (spons).

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

2. Jaringan pada Hewan maupun Manusia
Jaringan pada hewan hampir sama dengan jaringan yang ada pada manusia. Jaringan pada hewan terdiri dari empat kelompok, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat atau penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf.

a. Jaringan epitel (Epithelial tissue)
Jaringan  epitel  merupakan  jaringan  yang  melapisi permukaan tubuh atau organ, baik permukaan dalam maupun permukaan luar. Bentuk jaringan ini pipih, kubus, dan silindris. Jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung jaringan lain dari pengaruh luar, pengeluaran atau ekskresi p£da kelenjar kulit, penerima rangsang (epitel kulit), dan penyerap atau absorbsi pada lapisan dinding usus halus.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

b. Jaringan penunjang
Jaringan penyokong atau penunjang merupakan jaringan yang terdiri atas jaringan tulang rawan dan jaringan tulang keras. Jaringan penyokong berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi tubuh, dan menguatkan tubuh. Jaringan tulang keras mengandung zat kapur yang menyebabkan tulang menjadi keras. Fungsi jaringan tulang untuk membentuk rangka tubuh yang menyokong dan melindungi bagian lunak. Jaringan tulang rawan terdapat pada permukaan persendian dan daun telinga.

c. Jaringan otot (Muscle tissue)
Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel otot yang bersifat lentur. Terdapat tiga jenis jaringan otot, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Jaringan otot berfungsi untuk menggerakkan berbagai organ tubuh.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

d. Jaringan saraf (Nervous tissue)
Jaringan saraf merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel saraf (neuron). Setiap neuron terdiri atas badan sel dan serabut saraf. Jaringan saraf berfungsi untuk menerima dan menghantarkan rangsangan.

pengertian jaringan tubuh, tumbuhan, hewan, macam-macam, jenis, contoh, epidermis, meristem, pengangkut, dasar, epitel, otot, saraf, ikat, penunjang

e. Jaringan ikat (Connective tissue)
Jaringan ikat merupakan jaringan biologis yang penting dalam mendukung, menghubungkan atau memisahkan berbagai jenis jaringan dan organ di dalam tubuh. Semua jaringan ikat terdiri dari sel, serat (seperti kolagen) dan matriks ekstraseluler. Jenis matriks antarsel berbeda di berbagai jaringan ikat. Ada berbagai jenis jaringan ikat dengan fungsi berbeda.. Misalnya, tendon menghubungkan otot dengan tulang.

2021/02/28

Organ-Organ Pada Hewan Dan Tumbuhan

Jaringan yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk organ. Organ pada makhluk hidup dibedakan menjadi organ pada tumbuhan dan organ pada hewan & manusia. Organ-organ itu adalah sebagai berikut:

I. Organ Pada Tumbuhan

Organ tumbuhan terdiri dari akar, batang, dan daun. Organ akar berfungsi untuk menyerap air dan zat makanan, memperkokoh batang, menyimpan cadangan makanan, dan alat perkembangbiakan vegetatif. Berdasarkan bentuknya ada jenis akar, yaitu akar serabut dan akar tunggang. Susunan anatomi luar organ akar terdiri atas rambut akar (sebagai perluasan jaringan epidermis), dan tudung akar (kaliptra) bagian ujung. Susunan fisiologis organ akar dari luar ke dalam terdiri atas epidermis, korteks, stele atau silinder pusat akar yang terdiri atas perisikel (perikambium), berkas vaskuler (xylem dan floem) serta empulur.
 
pengertian, fungsi, bagian, contoh, jaringan, organ tumbuhan, organ hewan, manusia, saraf, jantung, akar, batang, daun, lambung, paru-paru, hati/liver

Organ batang berfungsi untuk transportasi air dan zat makanan, perkembangbiakan vegetatif, dan menyimpan  cadangan  makanan.  Berdasarkan bentuknya ada jenis batang yaitu herba (pada tanaman musiman) dan batang berkayu (pada tanaman tahunan). Berdasarkan jenis biji yang dihasilkan  ada  batang  monokotil  dan  batang dikotil. Susunan organ batang terdiri atas jaringan primer (terdapat pada batang monokotil maupun dikotil, untuk pertumbuhan tinggi batang) dan jaringan sekunder (hanya terdapat pada batang dikotil, untuk pertumbuhan membesar). Jaringan primer monokotil terdiri atas epidermis, berkas pembuluh, empulur dan sklerenkim. Jaringan primer dikotil terdiri atas epidermis, korteks, xylem, floem dan kambium. Jaringan sekunder dikotil terdiri atas floem sekunder, xylem sounder dan cambium gabus.

Organ daun berfungsi untuk tempat berlangsungnya proses fotosintesis, penguapan (evaporasi), menyimpan cadangan makanan, dan alat perkembangbiakan vegetatif. Susunan fisiologis organ daun terdiri atas kutikula, epidermis atas, mesofil/jaringan dasar (terdiri atas palisade dan jaringan spons), xylem, floem, epidermis bawah dan stomata.

II. Organ Pada Hewan & Manusia

Organ pada hewan dan manusia sangat banyak berkaitan dengan fungsi di dalam tubuh. Organ lambung terdiri atas jaringan epitel, jaringan otot polos, dan jaringan pengikat. Lambung berfungsi sebagai pencerna makanan, baik secara mekanik maupun kimiawi.
 
pengertian, fungsi, bagian, contoh, jaringan, organ tumbuhan, organ hewan, manusia, saraf, jantung, akar, batang, daun, lambung, paru-paru, hati/liver

Organ paru-paru terdiri atas jaringan epitel dan pembuluh darah. Paru-paru berfungsi sebagai alat pernapasan. Organ jantung terdiri atas jaringan otot jantung, jaringan pengikat, dan jaringan saraf. Jantung berfungsi memompa darah supaya beredar ke seluruh tubuh.
 
pengertian, fungsi, bagian, contoh, jaringan, organ tumbuhan, organ hewan, manusia, saraf, jantung, akar, batang, daun, lambung, paru-paru, hati/liver

Organ hati terdiri atas jaringan otot, jaringan pengikat, dan jaringan saraf. Organ tersebut berfungsi sebagai tempat menawarkan racun yang terbentuk dalam tubuh. Organ ginjal terdiri atas jaringan epitel, otot, saraf, dan pembuluh darah.

2020/11/12

Pemuaian Pada Zat Cair - Titik Tripel, Koefisien Muai Volume, Anomali Air

Pemuaian zat cair terjadi pada saat zat cair tersebut dipanaskan. Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas, tetapi hanya dikenal muai ruang atau muai volume saja. Semakin tinggi suhu yang diberikan pada zat cair itu maka semakin besar muai volumenya.

Besarnya pemuaian pada benda cair dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

ΔV = V0γΔT = V03αΔT = 3V0αΔT

Keterangan :
ΔV = perubahan volume suatu benda (m3)
V0 = volume awal benda (m3)
γ = adalah koefisien muai volume (/°C)
ΔT = perubahan suhu (°C)
 
Pemuaian zat cair untuk masing-masing jenis zat cair berbeda-beda, akibatnya walaupun mula-mula volume zat cair sama tetapi setelah dipanaskan volumenya menjadi berbeda-beda. Pemuaian volume zat cair erkait dengan pemuaian tekanan karena peningkatan suhu. Titik pertemuan antara wujud cair, padat dan gas disebut titik tripel (triple Point).

A. Titik Tripel (Triple Point) Pemuaian Zat Cair

Seperti halnya dengan zat padat, pemuaian berbagai jenis zat cair juga tidak sama, tergantung kepada jenis zat caimya. Pemuaian pada zat cair menyangkut dimensi volume. Besamya nilai pemuaian pada beberapa jenis zat cair berbeda- beda.
  • Pemuaian pada alkohol lebih besar daripada pemuaian gliserin.
  • Pemuaian pada minyak parafin lebih besar daripada pemuaian gliserin.
  • Pemuaian pada gliserin lebih besar daripada pemuaian pada raksa.
  • Pemuaian pada alkohol lebih besar dari pemuaian air.
  • Pemuaian pada air lebih besar daripada pemuaian minyak kelapa.
pemuaian zat cair, apa itu titik tripel, tabel koefisien muai volume, penjelasan anomali air, pelajaran ipa
Titik tripel Pemuaian Zat Cair

Dengan demikian, pemuaian pada zat cair dipengaruhi oleh jenis zat caimya. Untuk dapat membedakan pemuaian antara satu jenis zat cair dengan zat cair lainnya, berikut ini tercantum nilai koefisien muai volume pada beberapa jenis zat cair.

Koefisien Muai Volume pada beberapa jenis zat cair dalam satuan /°C

Jenis Zat Koefisien Muai Volume /°C (γ)
Aseton
0.00150
Parafin
0.0009
Alkohol
0.00120
Raksa
0.00018
Gliserin
0.0005


B. Koefisien Muai Volume pada Beberapa Jenis Zat Cair

Sifat pemuaian zat cair, yang lebih besar dibandingkan dengan pemuaian zat padat menjadi dasar dari cara bekerjanya termometer raksa dan termometer alkohol. Pemuaian pada air akan mengalami keanehan. Apabila kita mengamati perubahan air pada saat dipanaskan sampai suhu 4°C akan menampakkan keanehan. Pada kondisi tersebut, permukaan air menurun yang berarti volumenya mengecil, sedangkan massa jenisnya terbesar. Peristiwa keanehan air pada suhu tersebut disebut anomali air.

Khusus untuk air, pada kenaikan suhu dari 0°C sampai 4°C volumenya tidak bertambah, akan tetapi justru menyusut. Pengecualian ini disebut dengan anomali air. Oleh karena itu, pada suhu 4°C air mempunyai volume terendah. Hubungan volume dengan suhu pada air dapat digambarkan pada grafik berikut:

pemuaian zat cair, apa itu titik tripel, tabel koefisien muai volume, penjelasan anomali air, pelajaran ipa

Pada suhu 4°C, air menempati posisi terkecil sehingga pada suhu itu air memiliki massa jenis terbesar. Jadi air bila suhunya dinaikkan dari 0°C-4°C akan menyusut, dan bila suhunya dinaikkan dari 4°C ke atas akan memuai. Hubungan antara suhu dan volume air dapat digambarkan pada gambar diatas. Biasanya pada setiap benda bila suhunya bertambah pasti mengalami pemuaian.

Peristiwa yang terjadi pada air itu disebut anomali air. Hal yang sama juga terjadi pada bismuth dengan suhu yang berbeda. Kecepatan pemuaian pada berbagai macam zat berbeda-beda, begitu juga pemuaian zat cair

2020/11/09

Pemuaian Zat Padat - Muai Panjang, Muai Luas, Muai Ruang

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian dapat terjadi pada 3 jenis zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.


Pemuaian pada zat padat ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi).

A. Muai Panjang / Muai Linear Zat Padat

Muai panjang berbagai macam benda padat dapat diselidiki dengan alat Musschenbroek. Jika batang logam yang dipasang pada alat Musschenbroek dipanaskan maka batang logam akan bertambah panjang. Namun, pertambahan panjang batang logam yang satu dengan yang lain berbeda. Artinya, tingkat pemuaian logam-logam tersebut juga berbeda.

Logam yang paling besar pemuaiannya akan mendorong jarum penunjuk hingga berputar paling jauh, sedangkan logam yang pemuaiannya paling kecil akan mendorong jarum penunjuk berputar paling dekat. Jika digunakan batang logam aluminium, baja, dan besi, maka logam aluminium memuai paling besar, sedangkan besi adalah logam yang memuai paling kecil.

Alat Musschenbroek dapat menunjukkan bahwa:
  1. Pemuaian dan pertambahan panjang zat padat jika dipanaskan
  2. Pemuaian zat padat tergantung pada jenis zat padat itu
  3. Pemuaian zat padat sebanding dengan kenaikan suhunya
  4. Pemuaian panjang zat padat ditentukan oleh koefisien muai panjang zat padat itu
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat
Alat Musschenbroek


Pertambahan panjang 1m benda tiap kenaikan suhu 1°C ini disebut koefisien muai panjang (∝). Jadi, koefisien muai panjang suatu benda adalah bilangan yang menunjukkan pertambahan panjang suatu benda tiap satuan panjang jika suhu benda tersebut naik 1°C. Dengan demikian, jika dinyatakan bahwa koefisien muai panjang tembaga adalah 0,000017/°C maka berarti setiap 1 meter tembaga yang suhunya dinaikkan 1°C akan bertambah panjang 0,000017 meter. Jika ditulis dalam persamaan maka:
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat



Atau dapat juga ditulis dalam bentuk:

lt = l0 {1+∝.ΔT}

Sebatang tongkat logam pada suhu T1 panjangnya l1 dan pada suhu T2 panjangnya l2. Dengan proses matematika dapat diperoleh persamaan sebagai berikut:

l2 = l1 {1 + ∝ (T2-T1)}
l2 = l1 {1+∝.ΔT}

Satuan koefisien muai panjang ini adalah .../°C atau .../°K.

Jenis Logam Koefisien Muai Panjang (.../°C)
Aluminium
0.000025
Tembaga
0.0000167
Besi 0.000012
Baja 0.000011
Platina 0.0000089
Kaca 0.000009
Kaca Pyrex
0.000003
Kuningan 0.000019
Seng 0.000026


B. Muai Luas Zat Padat

Pemuaian dalam zat padat sebenamya terjadi ke semua arah, yaitu memanjang, melebar, dan menebal. Namun, pengukuran pemuaian panjang pada benda padat sudah dianggap cukup memadai untuk mewakili pemuaian luas. Misalnya, menghitung pemuaian luas sebuah benda yang berupa lembaran tipis berbentuk persegi panjang dengan menghitung terlebih dahulu muai panjang dan muai lebamya dengan persamaan yang berlaku pada pemuaian panjang.

Jika pada suhu T1 luas benda adaiah A1 dan pada suhu T2 luasnya A2 maka berlaku persamaan muai luas dengan pendekatan sebagai berikut:

A2 = A1 {1 + 2∝ (T2-T1)} atau
A2 = A1 {1 + β (T2-T1)}
A2 = A1 {1 + β . ∆T}
β = 2∝
β = koefisien muai luas

Dengan:
A2 = Luas benda setelah dipanaskan (m2)
A1 = Luas benda mula-mula (m2)
β = Koefisien muai luas (°C-1 atau K-1)
T2 = Suhu benda setelah dipanaskan (°C atau K)
T1 = Suhu benda mula-mula (°C atau K)

Persamaan di atas cukup memadai untuk menghitung persoalan sederhana sehubungan dengan pemuaian luas benda padat (terutama untuk benda-benda padat dengan koefisien muai panjang yang kecil).

Koefisien muai luas zat padat adaiah bilangan yang menunjukkan pertambahan luas suatu benda tiap satuan luas jika suhunya naik 1°C.


C. Muai Ruang / Muai Volume Zat Padat

Muai apa yang terjadi pada benda yang berbentuk pipa dan berbentuk keping? Bagaimana pada benda yang berbentuk bola? Untuk membuktikan adanya muai ruang pada benda yang berbentuk bola dapat menggunakan alat yang diciptakan Willem 's Gravesande.

Jika bola dipanaskan, bola memuai, volumenya bertambah besar sehingga tidak dapat masuk ke dalam gelang. Setelah beberapa saat, gelang ikut panas dan bola dapat masuk kembali ke dalam gelang. Itu berarti, panas pindah dari bola ke gelang dan diameter gelang membesar.

Dengan gelang Willem 's Gravesande dapat dibuktikan bahwa:
  1. Zat padat jika dipanaskan akan memuai dan volumenya bertambah besar
  2. Pemuaian benda berongga akan memperbesar rongganya (arah pemuaiannya keluar rongga)
  3. Panas dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya.
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat
Gelang Gravesande

Pemuaian volume zat tergantung jenis zat padatnya. Sebuah benda padat pada suhu °C volumenya V1, pada suhu T°C, volumenya V2.

Pertambahan volume tiap satuan suhu benda padat adalah:
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat

Bilangan yang menunjukkan pertambahan volume suatu benda tiap satuan volume jika suhunya naik 1°C disebut koefisien muai ruang (γ).

Persamaan di atas dapat diubah menjadi persamaan berikut ini:
V2 = V1 (1 + γΔT)

Jika volume zat padat pada T2 adalah V1dan volume pada T2 adalah V2 maka berlaku:
pengertian pemuaian, rumus pemuaian, satuan koefisien, muai panjang, muai luas, muai volume, gelang gravesande, apa itu pemuaian, arti, zat padat




Untuk zat padat yang angka muainya sangat kecil, berlaku persamaan:
V2 = V1 {1 + γ (T2-T1)}
V2 = V1 {1 + γ . ∆T}

Dengan:
V2 = Volume benda setelah dipanaskan (m3)
V1 = Volume benda mula-mula (m3)
γ = 3∝ = Koefisien muai luas (°C-1 atau K-1)
T2 = Suhu benda setelah dipanaskan (°C atau K)
T1 = Suhu benda mula-mula (°C atau K)

Hubungan antara koefisien muai ruang (γ) dengan koefisien muai panjang (∝) dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut:
γ = 3∝

Pada konstruksi jembatan, pada setiap sambungan diberikan ruang kosong (spasi) yang berfungsi untuk menghindari tekanan antara bagian jembatan dengan jalan akibat terjadinya pemuaian zat padat.

2020/11/05

Perkembangbiakan Pada Tumbuhan (Vegetatif Dan Generatif)

Perkembangbiakan pada tumbuhan secara umum dibagi menjadi 2 jenis yaitu perkembangbiakan secara generatif (kawin) & secara vegetatif (tidak kawin).

I. Perkembangbiakan Secara Vegetatif.

Perkembangbiakan secara vegetatif adalah perkembangbiakan makhluk hidup yang terjadi tanpa melalui proses perkawinan (peristiwa bertemunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina). Cara ini hanya melibatkan satu jenis induk saja (berasal dari bagian tubuh induknya).

Keuntungan dari perkembangbiakan vegetatif adalah:
1. Sifat tanaman baru sama dengan induknya.
2. Tanaman baru yang dihasilkan lebih cepat berbuah.

Perkembangbiakan vegetatif dikelompokan menjadi 2 macam yaitu:

A. Perkembangbiakan Vegetatif Alami.
Makhluk hidup baru yang terbentuk tanpa adanya bantuan dari manusia. Perkembangan secara vegetatif alami ini terdiri dari:
  • Membelah diri, contoh: ganggang hijau, bakteri, amoeba, paramesium.
  • Spora, contoh: tumbuhan oaku, jamur, lumut.
  • Akar Tinggal / Rhizoma (batang yang seluruhnya berada dan tumbuh menjalar di permukaan tanah), contoh: sanseviera, lengkuas, kunyit.
  • Umbi Lapis, contoh: bawang merah, bunga bakung, bawang putih, bunga tulip, bawang bombay.
  • Umbi Batang, contoh: ubi jalar, kentang.
  • Umbi Akar, contoh: wortel, bunga dahlia.
  • Geragih, contoh: arbei, rumput teki, pegagan, semanggi.
  • Tunas, contoh: cocor bebek, pisang, bambu.

B. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan.
makhluk hidup baru yang terbentuk karena adanya campur tangan dari manusia. Perkembangbiakan secara vegetatif buatan terdiri dari:

1. Setek/Stek.
Perkembang biakan dengan cara menanam bagian tertentu dari tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru terlebih dahulu.Stek terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
  • Stek Batang, contoh: beluntas, kembang sepatu, kaktus.
  • Stek Daun, contoh: cocor bebek.

2. Cangkok.
Batang baru dipotong setelah dipaksa berakar. Caranya adalah dahan dikupas melingkar selebar kurang lebih 5 cm. Lendir dibersihkan, ditutup dengan tanah, dan dibalut sabut. Tidak lupa disiram secara teratur. Jika akar sudah tumbuh, cangkokan dipotong dan ditanam di tempat lain.

Cangkok hanya bisa dilakukan pada tumbuhan dikotil dan berbiji terbuka.

3. Tempel/ Okulasi.
Tanaman yang akan ditempel pertumbuhannya harus kuat, tahan penyakit, dan sejenis dengan tumbuhan induk.

Batang yang sebesar ibu jari dikelupas kulitnya pada mata atau kuncup berbentuk persegi panjang dan ditempel dengan irisan kulit tumbuhan induk yang ada mata kuncupnya, lalu diikat erat. Jika kuncup sudah tampak akan bertunas, sebagian batang diatas tempelan dipotong agar cepat tumbuh.

Tumbuhan induk harus dipilih yang mempunyai sifat-sifat baik. Tanaman yang dapat ditanam secara okulasi antara lain: mangga, jeruk, dan rambutan.

4. Sambung Pucuk/ Enten.

Proses enten mirip okulasi. Batang bawah dipotong, lalu ke dalamnya dijepitkan cabang dari tanaman lain yang pangkalanya dibentuk serupa pasak. Okulasi dan enten dilakukan untuk memperoleh bibit yang banyak tanpa menimbulkan kerusakan yang terlalu besar pada tanaman induk.

Pada okulasi dan enten dpat dikombinasikan sifat-sifat yang baik pada dua tumbuhan. Tanaman yang dapat ditanam secara enten adalah: singkong dan kopi.

5. Runduk.

Proses merunduk dilakukan dengan cara bagian batangnya dirundukkan lalu ditimbun tanah. Beberapa waktu kemudian keluarlah akar pada bagian yang merunduk. Bila akarnya sudah kuat, bagian merunduk dapat dipotong dan ditanam terpisah dari induknya.

Tumbuhan yang dapat dikembangbiakan dengan cara merunduk adalah: selada air, anyelir, dan alamanda.

II. Perkembangbiakan Secara Generatif.

Perkembangbiakan Generatif adalah cara perkembangbiakan makhluk hidup yang dialami oleh tumbuhan berbiji dan terjadi melalui penyerbukan/persarian (peristiwa jatuhnya serbuk sari ke atas kepala putik). Pada akhirnya proses penyerbukan tersebut akan diikuti dengan proses pembuahan.

Penyerbukan dapat terjadi melalui beberapa cara. Dan berdasarkan asal serbuk sarinya, terdapat 4 cara penyerbukan, yaitu:
  1. Penyerbukan sendiri: Terjadi apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri.
  2. Penyerbukan tetangga: Terjadi apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain, tetapi masih dalam satu tumbuhan.
  3. Penyerbukan silang: Terjadi apabila serbuk sari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain yang tidak satu tumbuhan tapi masih satu jenis tumbuhan.
  4. Penyerbukan bastar: Terjadi apabila serbuk sari dari satu bunga jatuh ke kepala putik bunga lain yang sejenis namun berbeda varietasnya.

Bagian-Bagian Bunga
Bunga yang sempurna memiliki bagian-bagian seperti berikut:

1. Tangkai Bunga.
Tangkai bunga menghubungkan bunga dengan batang. Bagian ujung pada tangkai bunga yang agak membesar disebut dengan dasar bunga.
2. Kelopak.
Kelopak bunga merupakan bagian yang menyelimuti bunga saat bunga masih menguncup, dan kelopak bunga akan membuka saat bunga mulai mekar.
3. Mahkota.
Mahkota bunga merupakan bagian yang paling indah pada bunga. Mahkota bunga memiliki bentuk dan warna yang sangat menawan.
4. Benang Sari.
Benang sari merupakan alat kelamin jantan yang terdiri dari tangkai sari dan kepala sari. Di dalam kepala sari inilah terdapat butir-butir serbuk sari.
5. Putik.
Putik merupakan alat kelamin betina. Bagian putik yang paling ujung disebut kepala putik, dan bagian yang paling panjang adalah tangkai putik. Pada bagian bawah putik yang berbentuk menggembung berisi bakal buah. Di dalam bakal buah ini terdapat bakal biji dimana didalamnya terdapat dua buah inti yaitu: sel telur (ovum) dan calon lembaga.

perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif dan generatif, contoh perkembangbiakan tumbuhan secara alami dan buatan


2020/10/27

Pengertian Suhu dan Alat Pengukur Suhu

Pengertian Suhu

Kita akan mengatakan dingin jika memegang es, dan akan mengatakan panas jika terkena air mendidih. Tetapi tidak bisa mengukur dengan pasti dingin atau panasnya suatu benda. Untuk mengetahui dingin atau panas suatu benda dibutuhkan besaran yang disebut suhu. Pengertian suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda.

Sebagai gambaran tentang suhu, pada saat mandi menggunakan air hangat. Untuk mendapatkan air hangat tersebut kita mencampur air dingin dengan air panas. Ketika tangan kita menyentuh air yang dingin, maka kita mengatakan suhu air tersebut dingin. Ketika tangan kita menyentuh air yang panas maka kita katakan suhu air tersebut panas. Dengan menggunakan Indra peraba kita mampu merasakan perbedaan suhu.

Akan tetapi indra peraba bukanlah alat pengukur suhu dikarenakan indra peraba tidak mampu memberikan nilai suhu suatu benda dengan satuan tertentu. Alat untuk mengukur suhu suatu benda adalah termometer. Ukuran derajat panas dan dingin suatu benda tersebut dinyatakan dengan besaran suhu.

pengertian suhu, alat ukur suhu, jenis termometer, satuan suhu, celcius, reamur, fahrenheit, kelvin, kelebihan dan kekurangan termometer, ipa, sekolah

Alat Pengukur Suhu

I. Alat-Alat Pengukur Suhu.
Jenis-jenis termometer berdasarkan zat pengisinya, antara lain

a. Termometer suhu badan
Termometer suhu badan yang biasanya digunakan adalah termometer klinik. Termometer ini mempunyai skala antara 35 - 42°C sesuai dengan suhu tubuh manusia. Zat termometrik yang digunakan untuk mengisi tabung termometer ini adalah raksa.
 

b. Termometer bimetal (zat padat termometer)
Termometer bimetal memanfaatkan logam untuk menunjukkan adanya perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Kepala bimetal dibentuk spiral dan tipis, sedangkan ujung spiral bimetal ditahan sehingga tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada pinggir penunjuk. Contoh termometer jenis ini adalah termometer bimetal.

c. Termometer Kristal cair
Termometer dengan jenis seperti ini menggunakan bahan kristal cair yang akan mengalami perubahan warna ketika menerima perubahan suhu. Bentuk termometer tipis serta penggunaannya sangatlah mudah yaitu dengan ditempelkan pada objek yang diukur atau diamati suhunya. Prinsip kerja dari termometer kristal cair ini adalah warna pada termometer ini akan berubah jika terkena panas.

d. Termometer gas
Termometer dengan menggunakan sifat perubahan gas ketika adanya perubahan teperatur atau suhu dari lingkungan maupun benda. Ada dua macam termometer gas, yaitu:
1) Termometer yang volume gasnya dijaga tetap, dan tekanan gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.
2) Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap, dan volume gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.

e. Termometer digital
Termometer digital adalah termometer yang menggunakan sensor digital dan layar LCD untuk menunjukkan tingkat suhu. Sensor yang digunakan biasanya termokopel. termometer ini mampu menampilkan tingkat suhu secara pasti. Kepastian tingkat suhu disajikan dalam bentuk angka yang muncul dalam display suhu dari termometer tersebut.

f. Termometer infra merah
Prinsip kerja termometer ini dengan mengukur radiasi energi sinar inframerah, kemudian dikonversikan ke nilai suhu. Termometer ini juga menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh. Termometer ini sangat sesuai untuk mengukur objek lingkungan bahaya.


II. Termometer air raksa dan alkohol.

Termometer dibuat berdasarkan prinsip bahwa volume zat cair akan memuai jika dipanaskan dan akan menyusut jika didinginkan. Zat cair sebagai pengisi termometer ada 2 macam, yaitu air raksa dan alkohol. Kedua zat cair tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Diantaranya adalah :

A. Termometer Air Raksa.

Beberapa kelebihan air raksa sebagai pengisi termometer:
1) Tidak membasahi dinding pipa kapiler.
2) Mudah dilihat karena mengkilat.
3) Pemuaian raksa teratur.
4) Jangkauan suhu cukup besar, titik bekunya - 40°C dan titik didihnya 350°C.

Kelemahan air raksa:
1) Harganya mahal.
2) Raksa tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah.
3) Termasuk zat yang berbahaya/beracun.

B. Termometer Alkohol.

Kelebihan Alkohol:
1) Hargaya murah.
2) Dapat mengukur suhu yang sangat rendah karena alkohol membeku pada suhu -112°C.

Kelemahan alkohol:
1) Membasahi dinding kaca
2) Alkohol tidak berwarna sehingga sulit diamati.
3) Tidak dapat mengukur suhu tinggi karena alohol mendidih pada suhu 78°C


III. Hubungan antara Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.

Perbandingan skala pada termometer
C:R:(F-32) = 100 : 80 : 180
C:R:(F-32) = 5 : 4 : 9

Hubungan antara Celcius dan Reamur.
a. t°C = 5/4 x t°R
b. t°R = 4/5 x t°C
 
Hubungan antara Celcius dan Fahrenheit.
a. t°C = 5/9 x (t°F - 32)
b. t°F = (9/5 x t°C) + 32
 
Hubungan antara Reamur dan Fahrenheit.
a. t°R =  4/9 x (t°F - 32)
b. t°F = (9/4 x t°R) + 32
 
Hubungan antara Celsius dan Kevin
a. t°K = t°C + 273
b. t°C = t°K - 273

2020/10/25

Pengertian dan Perbedaan Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Sifat-sifat benda sangat penting diketahui, untuk membedakan perubahan-perubahan yang terjadi pada benda tersebut. Sifat-sifat benda secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu sifat fisika dan sifat kimia.

Sifat Fisika adalah sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat fisik atau termasuk didalamnya bentuk, wama, bau, kekerasan, titik didih, titik beku, titik leleh, daya hantar, ukuran partikel, dan massa jenis (densitas).

Sifat Kimia merupakan sifat zat yang berhubungan dengan mudah atau sukamya zat tersebut untuk bereaksi secara kimia.
 
Selain sifat-sifat di atas, dikenal juga Sifat Intensif dan Sifat Ekstensif. Sifat Intensif adalah sifat zat yang tidak bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya: warna, bau, rasa, titik didih, titik leleh, titik beku, kalor jenis, dan lain-lain. Sifat Ekstensif adalah sifat zat yang bergantung pada jumlah dan ukurannya, misalnya : massa, massa jenis, volume, dan lain-lain.

jelaskan apa perbedaan sifat fisika dan sifat kimia, contoh, ciri-ciri, sifat fisis, sifat intensif, sifat ekstensif, pengertian, ipa, smp, pelajaran

Perbedaan Sifat Fisika dan Sifat Kimia

A. Sifat Fisika Zat.
 
Sifat fisis adalah sifat materi yang dapat diamati melalui pengamatan dan pengukuran secara langsung dengan alat indra tanpa mengubah zat penyusun. Dalam sifat fisika ini tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Yang tergolong sifat fisis suatu zat antara lain:
  1. Warna : Warna suatu benda bisa disebut ciri tersendiri yang membedakan antara zat yang satu dengan zat yang lainnya. Contoh: Aluminium berwarna perak, karbon berwarna hitam, susu berwarna putih.
  2. Bau : tiap zat memiliki jenis bau sendiri. Ada bau harum, amis, dan sebagainya
  3. Rasa
  4. Wujud zat : wujud zat terdiri dari zat padat, cair, dan gas.
  5. Kelarutan
  6. Berat jenis
  7. Kekerasan
  8. Kemagnetan : berdasarkan sifat kemanetannya, benda dibedakan menjadi 2 yaitu: magnetik dan nonmagnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik oleh magnetik, dan benda nonmagnetik adalah benda yang tidak terpengaruh oleh magnet atau tidak dapat ditarik oleh magnet.
  9. Titik didih, titik leleh, titik beku, titik lebur
  10. Hantaran panas, dan sebagainya.

jelaskan apa perbedaan sifat fisika dan sifat kimia, contoh, ciri-ciri, sifat fisis, sifat intensif, sifat ekstensif, pengertian, ipa, smp, pelajaran


Sifat Fisika
Tembaga BesiAir Oksigen Garam Dapur
Kekerasan Lunak KerasCair Tidak Dapat Dirasa
Lunak
Hambatan Jenis Listrik
Kecil BesarKecil Tidak Ada
Besar
Kelenturan Lentur Mudah Putus
Tidak Ada
Tidak Ada
Tidak Ada
Wujud Padat PadatCair Gas Padat
Warna Kemerahan Putih Logam
Bening Tanpa Warna
Keputihan
Kelarutan Tidak Larut
Tidak Larut
Larut Larut Larut
Menguap Sulit SulitSulit Mudah Sulit

B. Sifat Kimia Zat.

Sifat kimia adalah sifat materi yang dapat diamati setelah materi tersebut berinteraksi dengan zat lain sehingga terbentuk zat baru. Sifat kimia antara lain adalah:
  1. Kestabilan (mudah tidaknya zat tersebut berubah)
  2. Mudah tidaknya zat terbakar
  3. Daya ionisasi
  4. Berkarat
  5. Beracun
  6. Membusuk, dan sebagainya

2020/10/19

Perubahan Wujud Benda (Zat) - Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, Mengkristal

Benda dapat mengalami perubahan wujud, dimana perubahan wujud tersebut terjadi apabila benda dipanaskan atau didinginkan dengan suhu tertentu.

Perubahan wujud benda terbagi menjadi 6 macam, antara lain: mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, dan mengkristal.
perubahan wujud zat, benda, padat, cair, gas, Mencair, Membeku, Menguap, Mengembun, Menyublim, Mengkristal

1. Mencair (Melting).

Mencair adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) padat menjadi cair. Proses mencair disebabkan adanya kenaikan suhu (pemanasan). Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa mencair adalah: perubahan es batu menjadi air, lilin yang meleleh ketika dinyalakan, dan mentega yang mencair apabila dipanaskan.

2. Membeku (Freezing).

Membeku adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) cair menjadi padat. Benda cair akan membeku bila mengalami penurunan suhu yang sangat dingin (pendinginan). Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0° C. Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa membeku adalah: air yang dimasukan freezer (pendingin) akan menjadi beku (es batu), cairan agar-agar jika sudah dingin akan membeku, lilin yang dimatikan akan kembali mengeras.

3. Menguap (Evaporation).

Menguap adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) cair menjadi gas. Benda cair akan menguap karena adanya kenaikan suhu yang sangat besar, biasanya terjadi pada suhu 100° C. Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).

Ada 4 cara untuk mempercepat terjadinya proses penguapan:
  • Memanaskan zat cair.
  • Memperluas permukaan zat cair.
  • Meniupkan udara diatas permukaan zat cair.
  • Mengurangi tekanan di atas permukaan zat cair.

Contoh peristiwa menguap adalah: air yang dipanaskan (direbus) lama-lama akan habis menjadi uap, bensin dan spiritus yang didiamkan di tempat terbuka lama-lama akan habis menjadi gas.

4. Mengembun (Condensation).

Mengembun adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) gas menjadi cair. Gas akan mengembun karena terjadinya penurunan suhu (suhu udara menjadi dingin). Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa mengembun adalah: Udara menjadi titik-titik air atau embun dipagi hari, peristiwa terjadinya hujan, dan daur air di alam.

5. Menyublim (Sublimation).

Menyublim adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini, zat memerlukan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa menyublim adalah: kapur barus lama-lama akan habis.

6. Mengkristal (Deposition).

Mengkristal adalah proses (peristiwa) perubahan wujud benda (zat) gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini, zat melepaskan energi panas (kalor).

Contoh peristiwa mengkristal adalah: perubahan uap air menjadi salju.

CATATAN:

  1. Air merupakan benda yang bisa berubah menjadi 3 wujud yaitu padat, cair, dan gas.
  2. Perubahan wujud sementara adalah perubahan wujud suatu benda yang jika dipanaskan atau didinginkan akan kembali ke wujud semula.
  3. Perubahan wujud tetap adalah perubahan wujud suatu benda yang jika dipanaskan akan kehilangan sifat-sifat asalnya.
  4. Faktor yang menyebabkan perubahan wujud diantaranya adalah suhu.
  5. Perubahan wujud benda berdasarkan sifat perubahannya dibedakan menjadi 2 yaitu: Perubahan Fisika & Perubahan Kimia. (Artikel terkait :  Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia).